Tidak ada kebaikan bagi pembicaraan kecuali dengan amalan.
Tidak ada kebaikan bagi harta kecuali dengan kedermawanan.
Tidak ada kebaikan bagi sahabat kecuali dengan kesetiaan.
Tidak ada kebaikan bagi shadaqah kecuali niat yang ikhlas.
Tidak ada kebaikan bagi kehidupan kecuali kesihatan dan keamanan

Sabtu, 02 April 2011

~::*WASIAT UNTUK PARA MUSLIMAH*::~

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Temanku datang dalam keadaan yang tidak seperti biasa, hari ini dia datang dengan menggunakan hijab. Teman-teman yang lain pula mulai mendekatinya, ingin mengetahui apa yang sebenarnya telah terjadi dengannya, kemudian salah seorang diantara kami bertanya :

“Loh? Ini baju baru model apa yang kamu pakai…Apa sebab kamu memakainya?” Dia menjawab dengan hati senang dan bangga , “ini adalah hijab yang Allah wajibkan kepada setiap muslimah, apakah kalian tidak mendengar Firman Allah : “Hai nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin : Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. ” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, kerana itu mereka tidak diganggu.

Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ( QS Al Ahzab :59)

Dan apakah kalian juga tidak membaca Firman Allah : Katakanlah kepada wanita yang beriman : Hendaklah mereka menahan pandangannya dan kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya.

Dan hendaklah mereka menutupkan kain tudung hingga ke dadanya ( QS An Nuur : 31)

Kemudian salah seorang dari kami bertanya dengan nada tidak senang …”Kenapa Islam mewajibkan wanita untuk menyembunyikan kecantikan dan keindahannya? ! Padahal keduanya adalah daya tarik dan perhiasannya?”

Diapun menjawab…”Ukhtiku yang mulia…Sesunguhnya hijab adalah perintah Allah yang Maha Pencipta dan Penyayang dan diwajibkan bagi seluruh kaum hawa .

Tentulah Dia lebih mengetahui apa yang terbaik bagi hambaNya. Hijab ibarat kulit pembungkus mutiara, bukanlah untuk menutupi keindahan mutiara tetapi untuk memelihara dan menjaga agar keindahan dan kecantikannya tetap murni dan tidak ternoda.”

Ukhtiku yang baik, sesungguhnya disebalik jilbab yang syar’i itu terdapat makna kehidupan , iman dan kesopanan. Kerana kecantikan itu bukan disebabkan make up yang dipoleskan pada wajah, atau kerana pakaian-pakain yang menyesatkan, tapi sesungguhnya kecantikan yang sebenarnya berada dalam hati seorang mukminah yang kuat iman, sempurna akhlak dan cinta kepada Allah dan Rasulnya.”

Kami pun segera menghujaninya dengan pertanyaan baru…”Apakah kamu tidak kuatir justeru dengan hijabmu ini akan menghalangimu untuk mendapat jodoh? “

Dengan hati yang mantap kembali dia menjawab…”Apakah kalian belum mengetahuinya wahai saudariku muslimah “…Wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik ….” (QS An Nuur :26)

“Wahai saudariku muslimah…Sesunguhnya aku tidak akan pernah rela menikah kecuali dengan laki-laki yang berpegang teguh terhadap agama Allah dan inilah yang kujadikan cita-cita untuk kehidupanku di masa yang akan datang.

Adapun seorang suami yang memperbolehkan isterinya untuk memperlihatkan perhiasannya di depan umum dan menghinakannya di hadapan manusia , apakah dia tidak menyedarinya bahawa sesungguhnya dia telah mengambil hak Allah, kalau begitu bagaimana laki-laki seperti itu mampu menjaga diriku dari api neraka?”

Kembali seorang dari kami bertanya : “Wahai ukhtiku , bagaimana dengan mereka yang akan mengejekmu dan menuduhmu sebagai orang yang ketinggalan zaman?” dia pun kembali menjawab : “ Kenapa kamu mempercayai kata-kata syaitan dan teman-temannya yang selalu berusaha menjauhkan kita dari jalan Allah? Sesungguhnya kebatilan itu walaupun terletak di dalam sumur yang dalam, pastilah akan tetap berusaha untuk terus menggodamu hingga kamu mengikutinya dan akhirnya menghiasimu dengan perbuatan buruk yang hanya menjadikan kamu terlihat indah di hadapan manusia.

Inilah keburukan yang sebenarnya !!! Iaitu ketika kita mengikuti kata- kata syaitan hanya untuk terlihat baik di mata manusia…”

“Wahai ukhti muslimah…aku nasihatkan kepadamu sekalian…Sesungguhnya hanya ada dua pilihan bagi kalian, tinggal di neraka untuk selamanya atau tinggal di syurga untuk selamanya dan tidak ada kata lain untuk lari dari apa yang telah Allah dan RasulNya tetapkan , sabda Rasul :

Dua golongan ahli neraka yang belum pernah aku lihat (pada zaman ini) satu kaum yang memegang pecut(cemeti) bagaikan ekor lembu yang digunakan untuk memukul manusia , dan perempuan-perempuan yang berpakaian tetapi seperti telanjang , merayu-merayu menarik hati dan berlengang-lengang membesarkan kondenya bagaikan punggung untuk yang mereng, mereka tidak akan masuk syurga dan tidak akan mencium baunya padahal baunya sungguh bias tercium dari jarak perjalanan lima ratus tahun. ( Hadis Riwayat Muslim)

“Ukhtiku muslimah , apa gunanya menutupi sebahagian badan tetapi membuka sebahagian yang lainnya atau memakai pakaian pnjng akan tetapi ketat sehingga membuat mata laki-laki terpesona? ..

Apakah kamu mahu mengikuti budaya barat yang membuat kemuliaanmu terletak dipakaian yang dipersempit. Hati-hatilah, kalian adalah murobbi umat dan dari tangan kalianlah akan lahir generasi -generasi handal . Hati-hatilah , kamu ibarat bintang kejora yang sedang bersinar yang sinarnya akan mempengaruhi segala sesuatu disekelilingnya ..”

Saat itu aku pun menyedari akan kebenaran kata-katanya , ucapannya terus merasuk ke lubuk hatiku yang paling dalam. Timbul keinginan dariku untuk kembali ke jalan Allah dengan menghidupkan iman dan keyakinan yang kuat , aku pun ingin merasakan manisnya ketaatan…Berlinanglah air mataku sebagai tanda penyesalan.

Kemudian aku pun berkata “ Ukhtiku …Semoga Allah membalas kebaikanmu..ajarilah aku bagaimana hijab yang syar’i itu? Aku ingin memperbaiki diriku dihadapan robbku dan sungguh aku menyesali segala perbuatan maksiat yang pernah aku lakukan .”

Wahai muslimah…sesunguhnya diwajibkan bagi kamu untuk menyembunyikan perhiasanmu dan hendaklah akhlakmu adalah sifat malu dan kesopanan adabmu adalah islam , hiasanmu adalah taqwa kepada Allah, qona’ah dan redha kepada Robbmu dan diwajibkan kepadamu untuk memakai baju panjang yang menutupi seluruh badan .

Lebar dan tidak sempit , tidak menonjolkan anggota tubuh , tidak melenakan pandangan laki-laki , tidak juga menyerupai pakaian kaum laki-laki dan tidak menjadi buah bibir orang.

Wahai muslimah, hati-hatilah dari menyelisihi petunjuk Islam yang akhir-akhir ini sering terjadi seperti memakai minyak wangi ketika keluar rumah , memakai baju yang ketat dan terbuka atau memakai celana panjang , ataupun mewarnakan kuku yang bisa menghalangi air sampai ke tempat-tempat wajib wudhu sehingga merosak keabsahannya. Sungguh menyedihkan kerana hal ini banyak dilakukan oleh orang yang mengaku dirinya berhijab.

Dan kepada para muslimah yang istiqomah hendaklah selalu berakhlak mulia dan berpegang teguh terhadap syariat Allah:

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingati Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka) “ (QS Al Hadid: 16)

Dipersilahkan bagi yang ingin share or copas, semuanya milik bersama

Semoga bermanfa'at

Oleh:Admin Andhika Al-Banjari Mtp

✿ Prinsip ABC ✿

✩ A mbil yang baik

✩ B uang yang buruk

✩ C iptakan yang baru

Keep Istiqomah wa HAMASAH

Jumat, 01 April 2011

~::*Apa Makna Wanita Diciptakan dari Tulang Rusuk yang Paling Bengkok*::~

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pertanyaan:

Disebutkan dalam sebuah hadits, “Berbuat baiklah kepada wanita, karena wanita itu diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok, sedangkan tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas,” dst. Mohon penjelasan makna hadits dan makna ‘tulang rusuk yang paling bengkok adalah tulang rusuk yang paling atas’?

Jawapan:

Ini adalah hadits shahih yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim di masing masing kitab Shahih mereka, dari Nabi shalallahu ‘alayhi wasallam. Dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa nabi shalallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Berbuat baiklah kepada wanita, karena sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk, dan sesungguhnya tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas.Maka sikapilah para wanita dengan baik.” (HR al-Bukhari Kitab an-Nikah no 5186)

Ini adalah perintah untuk para suami, para ayah, saudara saudara laki laki dan lainnya untuk menghendaki kebaikan untuk kaum wanita, berbuat baik terhadap mereka , tidak mendzalimi mereka dan senantiasa memberikan ha-hak mereka serta mengarahkan mereka kepada kebaikan. Ini yang diwajibkan atas semua orang berdasarkan sabda Nabi shalallahu ‘alayhi wasallam, “Berbuat baiklah kepada wanita.”

Hal ini jangan sampai terhalangi oleh perilaku mereka yang adakalanya bersikap buruk terhadap suaminya dan kerabatnya, baik berupa perkataan maupun perbuatan karena para wanita itu diciptakan dari tulang rusuk, sebagaimana dikatakan oleh Nabi shalallahu ‘alayhi wasallam bahwa tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas.

Sebagaimana diketahui, bahwa yang paling atas itu adalah yang setelah pangkal rusuk, itulah tulang rusuk yang paling bengkok, itu jelas. Maknanya, pasti dalam kenyataannya ada kebengkokkan dan kekurangan. Karena itulah disebutkan dalam hadits lain dalam ash-Shahihain.

“Aku tidak melihat orang orang yang kurang akal dan kurang agama yang lebih bias menghilangkan akal laki laki yang teguh daripada salah seorang diantara kalian (para wanita).” (HR. Al Bukhari no 304 dan Muslim no. 80)

Hadits Nabi shalallahu ‘alayhi wasallam yang disebutkan dalam ash shahihain dari hadits Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu. Makna “kurang akal” dalam sabda Nabi shalallahu ‘alayhi wasallam adalah bahwa persaksian dua wanita sebanding dengan persaksian seorang laki laki. Sedangkan makna “kurang agama” dalam sabda beliau adalah bahwa wanita itu kadang selama beberapa hari dan beberapa malam tidak shalat, yaitu ketika sedang haidh dan nifas. Kekurangan ini merupakan ketetapan Allah pada kaum wanita sehingga wanita tidak berdosa dalam hal ini.

Maka hendaknya wanita mengakui hal ini sesuai dengan petunjuk nabi shalallahu ‘alayhi wasallam walaupun ia berilmu dan bertaqwa, karena nabi shalallahu ‘alayhi wasallam tidak berbicara berdasarkan hawa nafsu, tapi berdasar wahyu yang Allah berikan kepadanya, lalu beliau sampaikan kepada ummatnya, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

“Demi bintang ketika terbenam, kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak keliru, dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (Qs. An-Najm:4)

Semoga bermanfa'at

Oleh:Admin Andhika Al-Banjari Mtp

Dipersilahkan bagi yang ingin share or copas,

semuanya milik bersama

✿ Prinsip ABC ✿

✩ A mbil yang baik

✩ B uang yang buruk

✩ C iptakan yang baru

Keep Istiqomah wa HAMASAH

~::*WANITA SOLEHAH LEBIH BAIK DARIPADA BIDADARI SYURGA.*::~

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Wanita solehah tidak boleh sembarangan mencintai lelaki. Lelaki yang paling wajar dicintai oleh wanita solehah ialah Nabi Muhammad SAW. Ini kerana Nabi Muhammad SAW adalah pembela nasib kaum wanita. Baginda telah mengangkat martabat kaum wanita daripada diperlakukan dengan kehinaan pada zaman jahiliyah, khususnya oleh kaum lelaki.

Ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW juga berjaya menyempurnakan budi pekerti kaum lelaki.

Ini membawa keuntungan kepada kaum wanita kerana mereka mendapat kebebasan dalam kawalan dan perlindungan keselamatan oleh kaum lelaki. Iaitu dengan mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW menjadikan bapa atau suami mereka berbuat baik dan bertanggungjawab ke atas keluarganya.

Demikian juga dengan kedatangan Rasulullah SAW telah menjadikan anak-anak tidak lupa untuk berbakti kepada ibu mereka, cthnya seperti Uwais Al-Qarni.

Salah satu tanda kasih Baginda SAW terhadap kaum wanita ialah dengan berpesan kepada kaum lelaki agar berbuat baik kepada wanita, khususnya ahli keluarga mereka. Rasulullah SAW sendiri menjadikan diri dan keluarga baginda suri teladan kepada kaum lelaki untuk bagaimana berbuat baik dan memuliakan kaum wanita.

Rasulullah SAW bersabda,

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang paling baik akhlaknya,

dan yang berbuat baik kepada ahli keluarganya.” (Riwayat Abu Daud dan Tirmizi)

Lagi sabda Rasulullah SAW,

“Sebaik-baik kamu adalah yang terbaik terhadap keluarganya; dan aku adalah yang terbaik dari kamu terhadap keluargaku. Orang yang memuliakan kaum wanita adalah orang yang mulia, dan orang yang menghina kaum wanita adalah orang yang tidak tahu budi.” (Riwayat Abu ‘Asakir)

Tapi betul ke wanita solehah itu lebih baik daripada bidadari syurga?

Daripada Umm Salamah, isteri Nabi SAW, katanya(di dalam sebuah hadis yang panjang):

Aku berkata, “Wahai Rasulullah! Adakah wanita di dunia lebih baik atau bidadari?”

Baginda menjawab, “Wanita di dunia lebih baik daripada bidadari sebagaimana yang zahir lebih baik daripada yang batin.”

Aku berkata, “Wahai Rasulullah! Bagaimanakah itu?”

Baginda menjawab, “Dengan solat, puasa dan ibadat mereka kepada Allah,

Allah akan memakaikan muka-muka mereka dengan cahaya dan jasad mereka dengan sutera yang berwarna putih,berpakaian hijau dan berperhiasan kuning….(hingga akhir hadis)” (riwayat al-Tabrani)

Terkejut bila membaca hadis ni dan ingin berkongsi bersama rakan-rakan lain.

Sungguh tinggi darjat wanita solehah, sehingga dikatakan lebih baik daripada bidadari syurga.

Semoga hadis ini menjadi inspirasi bagi kita semua dalam memperbaiki diri agar menjadi lebih baik daripada bidadari syurga. InsyaAllah..

Tapi, bagaimana yang dikatakan wanita solehah itu?Ikuti kisah berikut, semoga kita sama-sama beroleh pengajaran.

Seorang gadis kecil bertanya ayahnya “ayah ceritakanlah padaku perihal muslimah sejati?”

Si ayah pun menjawab “anakku,seorang muslimah sejati bukan dilihat dari kecantikan dan keayuan wajahnya semata-mata.wajahnya hanyalah satu peranan yang amat kecil,tetapi muslimah sejati dilihat dari kecantikan dan ketulusan hatinya yang tersembunyi.itulah yang terbaik”

Si ayah terus menyambung“muslimah sejati juga tidak dilihat dari bentuk tubuh badannya yang mempersona,

tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya yang mempersona itu.muslimah sejati bukanlah dilihat dari sebanyak mana kebaikan yang diberikannya ,

tetapi dari keikhlasan ketika ia memberikan segala kebaikan itu.muslimah sejati bukanlah dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan.muslimah sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa,tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara dan berhujah kebenaran”

Berdasarkan ayat 31,surah An Nurr,Abdullah ibn abbas dan lain-lainya berpendapat.

Seseorang wanita islam hanya boleh mendedahkan wajah,dua tapak tangan dan cincinnya di hadapan lelaki yang bukan mahram(As syeikh said hawa di dalam kitabnya Al Asas fit Tasir)

“Janganlah perempuan -perempuan itu terlalu lunak dalam berbicara sehingga menghairahkan orang yang ada perasaan dalam hatinya,tetapi ucapkanlah perkataan yang baik-baik”(surah Al Ahzab:32)

“lantas apa lagi ayah?”sahut puteri kecil terus ingin tahu.“ketahuilah muslimah sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian grand tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya melalui apa yang dipakainya.Muslimah sejati bukan dilihat dari kekhuwatirannya digoda orang di tepi jalanan tetapi dilihat dari kekhuwatirannya dirinyalah yang mengundang orang tergoda.muslimah sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani tetapi dilihat dari sejauh mana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa redha dan kehambaan kepada TUHAN nya,dan ia sentiasa bersyukur dengan segala kurniaan yang diberi”

“dan ingatlah anakku muslimah sejati bukan dilihat dari sifat mesranya dalam bergaul tetapi dilihat dari sejauh mana ia mampu menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul”

Setelah itu si anak bertanya”Siapakah yang memiliki criteria seperti itu ayah?

Bolehkah saya menjadi sepertinya?mampu dan layakkah saya ayah?”

Si ayah memberikan sebuah buku dan berkata”pelajarilah mereka!

supaya kamu berjaya nanti.INSYA ALLAH kamu juga boleh menjadi muslimah sejati dan wanita yang solehah kelak,

malah semua wanita boleh”

Si anak pun segera mengambil buku tersebut lalu terlihatlah sebaris perkataan berbunyi ISTERI RASULULLAH.

“Apabila seorang perempuan itu solat lima waktu ,puasa di bulan ramadhan ,menjaga kehormatannya dan mentaati suaminya,maka masuklah ia ke dalam syurga dari pintu-pintu yang ia kehendakinya”(riwayat Al Bazzar)

Semoga bermanfa'at

Oleh:Admin Andhika Al-Banjari Mtp

Dipersilahkan bagi yang ingin share or copas,

semuanya milik bersama

✿ Prinsip ABC ✿

✩ A mbil yang baik

✩ B uang yang buruk

✩ C iptakan yang baru

Keep Istiqomah wa HAMASAH

~::*WANITA DI CIPTAKAN UNTUK DILINDUNGI*::~

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Allah SWT tidak menciptakan wanita dari kepala laki-laki untuk dijadikan atasannya. Tidak juga Allah SWT ciptakan wanita dari kaki laki-laki untuk dijadikan bawahannya. Tetapi Allah menciptakan wanita dari tulang rusuk laki-laki, dekat dengan lenganya untuk dilindunginya, dan dekat dengan hatinya untuk dicintainya.

Allah tidak menciptakan wanita sebagai komplementer atau sebagai barang substitusi apalagi sekedar objek buat laki-laki. Tetapi Allah menciptakan wanita sebagai teman yang mendampingi hidup Adam tatkala kesepian di surga. Juga Allah ciptakan wanita sebagai pasangan hidup laki-laki yang akan menyempurnakan hidupnya sekaligus sebab lahirnya generasi, disamping tunduk dan beribadah kepada Allah tentunya.

Tetapi mengapa tetap saja ada laki-laki yang tunduk di bawah kaki wanita. Mengemis cintanya, berharap kasih sayangnya dengan menggadaikan kepemimpinan, bahkan kehormatan dan harga dirinya.

Wanita dipuja bagai dewa, disanjung bagai Dewi Shinta, yang banyak menyebabkan laki-laki buta mata, buta telingga, bahkan buta mata hatinya. Namun ada juga yang menganggap rendah wanita. Wanita dinista, dihina. Kesuciannya dijadikan objek yang tidak bernilai harganya. Tenaganya dieksploitasi bagaikan kuda. Kelembutannya dijadikan transaksi murahan yang tak seimbang valuenya.

Wanita dijadikan sekedar pemuas nafsu belaka, bila habis madunya, dengan seenaknya di buang ke keranjang sampah, atau dianggap sandal jepit yang tak berguna.

Jika wanita itu adalah ibu kita, kakak atau adik perempuan kita, dan anak kita, relakah kita melihat mereka menjajakan diri di gelapnya malam yang mencekam. Relakah kita melihat mereka membanting tulang mengumpulkan ringgit atau real dengan mayat terbujur kaku sebagai resikonya?

Jika wanita itu adalah ibu kita, kakak atau adik perempuan kita, dan anak kita, relakah kita membiarkannya seperti seonggok jasad hidup yang tidak memiliki nilai guna?

Jika wanita itu adalah ibu kita, kakak atau adik perempuan kita, dan anak kita, relakah kita membiarkannya beringas, liar, ganas, tidak berpendidikan, bodoh, dunggu, hanya karena ketidakmampuan ayah memberi nafkah, karena ketidakmampuan kita medidik dan mencintainya, karena ketidakmampuan kita melindunginya, sebagaimana Allah menciptakan wanita dari tulang rusuk laki-laki, dekat dengan lengannya untuk dilindunginya, dekat dengan hatinya untuk dicintainnya.

Ia tetap wanita, yang diciptakan Allah SWT dengan segala kelebihan dan kekuranganya. Tidak bisa manusia dengan akalnya yang kerdil ini mengganti kedudukannya apa lagi fitrahnya.

Ia bagaikan sekuntum bunga terpelihara, tidak semua kumbang bisa menghisap madunya. Lemah lembutlah dalam memperlakukannya, karena kalau tidak, ia bisa seganas srigala.

Semoga bermanf'at

Oleh:Admin Muslimah sholehah

Dipersilahkan bagi yang ingin share or copas, semuanya milik bersama

✿ Prinsip ABC ✿

✩ A mbil yang baik

✩ B uang yang buruk

✩ C iptakan yang baru

Keep Istiqomah wa HAMASAH

~::*''KETIKA CINTA-NYA MEMANGGILKU (KISAH NYATA)''*::~

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sebuah kisah nyata pernah terjadi pada Insan Muslimah:

Sebuah kiriman dari seorang Sahabat

Bagi seorng wanita, memiliki suami yg dapat memenuhi segala kebutuhan kita,

mencintai dgn sepenuh hatinya, adalah hal yg sangat membahagiakan dalam hidupnya.

(itu pikiran saya dulu).

Maka saat ada yg melamar saya, meskipun akidahnya berseberangan dgn saya,

dan punya penghasilan yg mapan,

saya tak berpikir panjang lagi.Apalagi dia mau menikah secara islam.

Meskipun dia WNA (china-malaysia). Namun tak menjadi pertimbangan saya.

Toh dia mau masuk islam dan mencintai saya, plus punya penghasilan yg cukup.

Kehidupan penuh bahagiapun menyapa saya, apalagi saya tetap boleh bekerja,

kebetulan kami satu tempat kerja. Dgn komitmen ''bahwa masalah rumah, tdk boleh di bawah ke tempat kerja,

pun sebaliknya, masalah kantor tidak boleh dibawa kerumah. Kecuali utk tukar pendapat.

Semua berjalan dgn baik, dan tak hampir tak ada masalah.

Tahunpun berganti, diapun semakin sayang pada saya dan lebih membahagiakan saya,

dia menunjukkan tanda2 mau belajar islam.

Seperti saat makan, baca 'bismillah' dan selesai baca 'alhamdulillah', saat masuk rumah pasti salaam.

Cuma saya heran, dia tdk mau belajar sholat. Ada2 saja alasannya.

Saya pun mencoba memaklumi, dan bersabar.

Ketika dia d percaya memegang sebuah perusahaan,

dan saya tetap bekerja sambil buka usaha catering dan toko karyawan.

Dari laba yg saya dapatkan saya usulkan ke dia utk menyumbang pembangunan mesjid,

panti asuhan dan fakir miskin, diapun setuju dan member I dukungan.

Begitupun saat saya cerita kalo sejak dl saya punya 'nazar' memberangkatkan haji utk orang tua, diapun tak pikir panjang dan menyetujuinya.

Semakin bahagia dan tak henti saya bersyukur pada-Nya atas segala ni'kmat-Nya, hingga akhirnya mamapun jd berangkat ketanah suci dan kembali dgn selamat.

Namun tanpa sepngetahuan saya, ternyata diam2 dia mulai makan makanan yg diharamkan dlm islam

(itu saya ketahui dari temannya yg sama2 WNA dan pasti sudah tahu apa itu,

jd tak usah saya tulis,karena saya jijik mengingatnya),

sayapun bertanya,,,

dan dia mengakui dan minta maaf serta berjanji tidak akan mngulangginya.

Tapi janji tinggal janji, dia semakin berani, bahkan makan didepan saya.

Saya menangis,,, Ya Allah, saya tdk bisa menerimanya.

Hati saya menolak,,, apalagi saat kutanya,

dia menjawab dgn enteng ''toh saya sdh nikahi kamu secara islam,

tanggung jwb saya sebagai suami semua saya penuhi, semua mau kamu saya turuti.

Masak makan ini saja tidak boleh? kau tahu mengapa islam melarang ini? Karena makanan ini sangat enak''. Astagfirullah,,,,

Hati saya semakin tdk nyaman, bahkan di saat 'kumpul' di mana semua org bisa terlena,

saya malah menangis, hati saya bertanya ''halalkah yg saya lakukan ini Ya Allah ?'

belum lagi saat mama sedang wukuf di arafah, saya mimpi tentang kuasa dan kebesaran-Nya.

(tak perlu saya tulis, biarlah itu menjadi rahasia-Nya).

Subhanallah,,,, mimpi yg sebnarnya sejak dl selalu dan selalu hadir dlm tidur saya,

mimpi yg tak pernah saya hiraukan.

Saya pun semakin trsiksa,,, dalam sholat malam saya memohon petunjuk-Nya.

saya tak bisa menerima lg, apalagi saat saya tegur utk kesekian kalinya dia mengulangi lagi,

saya pun sampai pada keputusan ''berpisah''.

Sambil memohon kekuatan dan ampunan-Nya,

dan setalah melalui pertimbangan dan pergulatan bathin yg cukup,

saya pun memilih ''meninggalkan semuanya''. Saya ingn kembali ke jalan-Nya,

bertaubat dan memohon ampunan-Nya.

Dgn tekad itulah, saya pulang,,, saya lepaskn smua yg ada di genggaman saya,

dan mulai belajar mengenal-Nya.

Kuisi malam2ku dgn sholat taubat, memohon ampunan atas segala dosa,

ku isi sisa malamku dgn zikir, memohon petunjuk dan kekuatan-Nya.

Dan Alhamdulillah,,, setalah melalui ujian dan godaan,

masalah demi masalah (apalagi tiba2 suami muncul dan tdk mau terima saya tinggalkan dia,

dan keluarga pun mendukungnya.

Tapi saya tetap pada keputusan saya.) .

Dan ketenangan bathinpun mulai saya rasakan,

saya semakin ingin banyak tahu tentang ilmu agama, dan segala aturan-Nya.

Allah Maha Pengasih, dituntun-Nya aku utk membuka fb, dan disinilah aku lebih banyak tahu lg tentang islam.

Kukenal banyak sahabat yg selalu mengirimkan kajian2 bagaimana 'wanita muslim' dan setelah melalui perenungan dan pemahaman akan semua itu, dgn mantap dan penuh kesadaran, akupun ''berhijab'', kembali ke jalan kebenaran-Nya.

Itulah saya, sekrang dan Alhamdulillah bisa berada di tengah2 para sahabat seiman dan punya tujuan yg sama.

Saya banyak belajar tentang hidup di sini.

Terima kas ih para sahabat,,, tanpa kalian sadari,, kalian telah membantu saya,,

hingga saya sampai pada titik''berhijab'' untuk-Nya.

Tak henti saya panjatkan do'a syukur pada-Nya, masih mengingatkan aku dgn panggilan cinta-Nya dlm lelapku,

hingga aku bisa terjaga dr kilaunya dunia dan pesona cinta manusia.

Jika ada yg masih saya inginkan dlm hidup adalah ''kekuatan-Nya, karena saya sadari benar,,, jalan yg terhanpar didepan saya sarat dgn beragam ujian dan godaan,

dan saya takut terjatuh dan tak pernah ada kesempatan utk bangkit lagi menemukan kebenaran-Nya.

Note,, . Sebenarnya saya tak ingin membagi kisah ini,namun saya sadar,,

ada hikmah yg tersmpan dibalik kisah ini.

Pelajaran buat para sahabat wanita,agar meletakkan cinta atas akidahnya,

bukan karena materi dan cinta semata.

Ambil hikmah sebuah Pengalaman

Semoga bermanfa'at

Dipersilahkan bagi yang ingin share or copas,

semuanya milik bersama

Oleh:Admin Andhika Al-Banjari Mtp

✿ Prinsip ABC ✿

✩ A mbil yang baik

✩ B uang yang buruk

✩ C iptakan yang baru

Keep Istiqomah wa HAMASAH

~::*WANITA SOLEHAH PENYERI TAMAN SYURGA*::~

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Wanita ibarat bunga...

cantik indahnya pada pandangan mata hanya sementara...

Yang kekal menjadi pujaan manusia, hanyalah wanita yang mulia akhlaknya...

kerana akhlaq itu umpama bunga diri..

Tiada guna berwajah cantik tetapi akhlaq buruk..

Tiada guna juga berwajah cantik tetapi hati kosong dari ilmu...

Ibarat bunga.. ada yang cantik bila dipandang tetapi busuk baunya...

Ada pula yang kurang menarik dan baunya juga kurang menyenangkan...

Ada juga bunga yang tidak menarik pada pandangan mata kasar..

tetapi bila dihalusi dengan mata hati,

ternyata amat tinggi nilainya....

Wanita adalah makhluk Allah yang amat istimewa.

Kemuliaan dan keruntuhan sesuatu bangsa terletak di tangan wanita.

Oleh yang demikian, Allah telah menetapkan hukumnya ke atas mereka;

walaupun berat di pandangan mata si jahil dan ingkar tetapi ia adalah kemanisan iman yang dicicip oleh wanita solehah.

Sebagai anak, dia menjadi anak yang solehah...

Sebagai remaja dia akan menjadi remaja yang berhemah.. sebagai isteri,

dia menjadi isteri yang menyenangkan dan menenangkan hati suaminya.. sebagai ibu,

dia akan mendidik anaknya dengan penuh kasih sayang... dan pastinya sebagai hamba Allah,

dia akan menjadi hamba yang tunduk dan menyerah diri hanya kepada-Nya...

Islam tidak membezakan kedudukan atau darjat seseorang samada mereka wanita atau lelaki melainkan berdasarkan ketaqwaan mereka kepada Allah...

Firman Allah

"Dan sesiapa yang mengerjakan amal soleh, dari lelaki atau perempuan, sedang dia beriman, maka mereka itu akan masuk Syurga dan mereka pula tidak akan dianiaya (atau dikurangkan balasannya) sedikitpun." (An-Nisa' : 124)

Rasulullah S.A.W pernah bersabda yang maksudnya :

"Perhiasan yang paling berharga di dunia adalah wanita yang solehah." HR Muslim

:::::Wanita Menurut Perspektif Islam:::::::::

Dalam Islam wanita amat dihormati dan dihargai peranannya. Sebagaimana eratnya hubungan siang dan malam yang saling melengkapi, begitu juga lelaki dan wanita diciptakan untuk saling melengkapi.

Setiap lelaki dan wanita memiliki tugas-tugas dan kewajipan-kewajipan yang berlainan, sesuai dengan fitrah masing-masing. Namun, matlamat hidup setiap lelaki dan wanita adalah sama, iaitu mencari redha Allah (Mardhatillah).

Rasulullah Salallahu'laihi wassalam (S.A.W) juga turut menyuruh umatnya supaya memperlakukan wanita sebaik-baiknya

sebagaimana sabda baginda yangbermaksud :

"Mereka yang paling sempurna dikalangan mereka yang ikhlas adalah mereka yang mempunyai akhlak yang terbaik dan yang terbaik dikalangan kamu adalah yang paling baik terhadap isterinya." (HR At-Tirmidzi)

Rasulullah (S.A.W) telah memerintahkan supaya kaum wanita diperlakukan menurut fitrah ia dijadikan sebagaimana dalam sabdanya yang bermaksud....

"Berlaku baiklah terhadap kaum wanita lantaran mereka diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok adalah bahagian yang teratas, jika kamu cuba untuk meluruskannya kamu akan mematahkannya dan jika kamu membiarkannya ia akan tetap bengkok, maka berlaku baiklah terhadap kaum wanita kamu." (HR Al-Bukhari dan Muslim.)

Terdapat perbezaan diantara pembawaan lelaki dan wanita yang tidak boleh dinafikan.

Wanita secara fizikalnya lebih lemah dari kamu lelaki,

oleh itu mereka tidak dapat melindungi diri mereka dengan kekuatan mereka sendiri. Fitrah telah mengurniakan kepada wanita dua ciri iaitu kedegilan dan rasa malu yang merupakan dua senjata ampuh yang digunakan untuk memelihara diri mereka.

Nilai sebenar wanita dalam Islam amat bertentangan dengan apa yang diperjuangkan oleh wanita Barat.

Nilai wanita bukan terletak pada fesyen pakaiannya yang menonjol,

berhias diri untuk memperlihatkan kecantikannya, tetapi hakikatnya ialah pada kesopanan,

rasa malu dan keterbatasan dalam pergaulan.

Semoga bermanfa'at

Oleh:Admin Andhika Al-Banjari Mtp

Dipersilahkan bagi yang ingin share or copas,

semuanya milik bersama

✿ Prinsip ABC ✿

✩ A mbil yang baik

✩ B uang yang buruk

✩ C iptakan yang baru

Keep Istiqomah wa HAMASAH

~::*SIFAT MALU MUSLIM*::~

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Asalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

215- سَمَّعَ سَامِعٌ بِحَمْدِ اللهِ، وَحُسْنِ بَلاَئِهِ عَلَيْنَا. رَبَّنَا صَاحِبْنَا، وَأَفْضِلْ عَلَيْنَا عَائِذًا بِاللهِ مِنَ النَّارِ.

. “Semoga ada yang memperdengarkan puji kami kepada Allah (atas nikmat) dan cobaan-Nya yang baik bagi kami. Wahai Tuhan kami, temanilah kami (peliharalah kami) dan berilah karunia kepada kami dengan berlindung kepada Allah dari api Neraka.”[1]

Malu adalah akhlak yang menghiasi perilaku manusia dengan cahaya dan keanggunan yang ada padanya. Inilah akhlak terpuji yang ada pada diri seorang lelaki dan fitrah yang mengkarakter pada diri setiap wanita. Sehingga, sangat tidak masuk akal jika ada wanita yang tidak ada rasa malu sedikitpun dalam dirinya. Rasa manis seorang wanita salah satunya adalah buah dari adanya sifat malu dalam dirinya.

Apa sih sifat malu itu? Imam Nawani dalam Riyadhush Shalihin menulis bahwa para ulama pernah berkata, “Hakikat dari malu adalah akhlak yang muncul dalam diri untuk meninggalkan keburukan, mencegah diri dari kelalaian dan penyimpangan terhadap hak orang lain.”

Abu Qasim Al-Junaid mendefinisikan dengan kalimat, “Sifat malu adalah melihat nikmat dan karunia sekaligus melihat kekurangan diri, yang akhirnya muncul dari keduanya suasana jiwa yang disebut dengan malu kepada Sang Pemberi Rezeki.”

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

والذين يؤتون ما آتوا وقلوبهم وجلة أنهم إلى ربهم راجعون

Artinya : Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka. QS. Al Mukminun : 60.

Islam menilai, watak malu itu merupakan bagian dari iman.

Dengan demikian, orang yang tidak mempunyai rasa malu adalah orang yang hilang imannya. Orang hidup bermasyarakat sudah tentu harus mendengarkan apa kata masyarakat tentang dirinya. Masyarakat tak pelak lagi sebenarnya mengetahui apa yang dilakukan anggotanya. Masyarakat pula yang berhak mengoreksi apa-apa kelakuan yang tidak baik atau tak pantas anggotanya. Bagi yang tak punya malu, omongan atau koreksi masyarakat akan dianggapnya angin lalu.

Ada sebuah ungkapan warisan para nabi, yang menyatakan bahwa sudah rahasia umum, orang yang hilang perasaan malunya tak lain dari orang yang sudah terbiasa berbuat kemungkaran dan kemaksiatan dalam segala jenis dan bentuknya. Ia mau melakukan kejahatan, kelaliman dan kekejian.( contoh : tidak malu membuka aurat, tadinya berjilbab rapih sekarang melepas jilbab ).

Berdasar riwayat Ibnu Umar, Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah yang Maha Mulia dan Maha Agung, bila berkehendak menjatuhkan seseorang maka Allah cabut dari orang itu rasa malunya”. Ia hanya akan menerima kesusahan dari orang banyak yang marah kepadanya. Melalui ungkapan kemarahan itu, hilang pulalah kepercayaan orang kepadanya. Bila kepercayaan kepadanya sudah hilang maka ia akan jadi orang yang khianat.

Dengan menjadi khianat maka dicabutlah kerahmatan dari dirinya.

Bila rahmat dicabut darinya maka jadilah ia orang yang dikutuk dan dilaknati orang banyak. Dan bila ia menjadi orang yang dilaknati orang banyak maka lepaslah ikatannya dengan Islam.

Rasa malu bagi seseorang merupakan daya kekuatan yang mendorongnya berwatak ingin selalu berbuat pantas dan menjauhi segala perilaku tidak patut. Orang yang memiliki watak malu adalah orang yang cepat menyingkiri segala bentuk kejahatan.

Manusia akan hidup dalam kebaikan selama rasa malu masih terpelihara, sebagaimana dahan akan tetap segar selama masih terbungkus kulitnya. Secara kodrat, kaum wanita sangat beruntung, dianugrahi fitrah penciptaannya dengan rasa malu yang lebih dominan dibandingkan dengan pria.

Namun, ironisnya, kini banyak sekali wanita yang justru merasa malu mempunyai sifat malu dan berusaha mencampakkan jauh-jauh sifat mulia dan terpuji itu.

Sehingga, terlalu banyak kita jumpai saat ini kaum wanita yang lebih tidak tahu malu daripada laki-laki.

Surat Al-Ma’arij 19-25

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat mengeluh (19) Jika mendapat keburukan berkeluh kesah (20) Dan jika mendapat kebaikan menjadi kikir (21) Kecuali orang yang shalat (22) Yang mereka selalu pada shalat mereka (23) Dan yang pada harta-harta mereka diberikan untuk orang-orang yang berhak (24) Kepada orang yang meminta dan yang tidak (25) Dan yang membenarkan kepada hari kiamat (26) Dan mereka yang takut kepada siksa Tuhan mereka (27) Sesungguhnya siksa Tuhan mereka tiada membuat aman (28) Dan mereka yang mejaga kemaluannya (29) Kecuali pada istri-istri mereka atau budak yang mereka punya, maka sungguh mereka tiada tercela (30) Maka barangsiapa yang mencari di luar itu, maka merekalah orang-orang yang melampaui batas (31) Dan mereka yang menjaga tanggungjawab dan janji mereka (32) Dan mereka yang mendirikan kesaksian mereka (33) Dan mereka yang memelihara shalat mereka (34) Mereka semua termuliakan di dalam surga (35)

Maha benar Allah yang Maha Agung

Malu adalah Iman Lunturnya sifat malu dalam masyarakat merupakan salah satu parameter degradasi iman. Sebab, rasa malu akan segera menyingkir dengan sendirinya tatkala iman sudah terkikis. Sebagaimana sabda Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam, yang artinya: “Malu dan iman saling berpasangan. Bila salah satunya hilang, maka yang lain turut hilang.” (HR: Hakim dalam kitab Al-Mustadrak, ia berkata hadits ini shahih dengan syarat Bukhari Muslim dan Dzahabi menyepakatinya)

Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam pernah melewati seorang laki-laki Anshar yang mencela sifat malu saudaranya. Maka Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, yang artinya: “Tinggalkan dia. Sesungguhnya malu itu sebagian dari iman.”

Dari Abi Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, yang artinya: “Iman itu ada tujuh puluh bagian. Yang paling tinggi adalah kalimat ‘la ilaha illallah’ dan yang paling rendah adalah menyingkirkan duri di jalan. Dan malu adalah bagian dari iman.” (HR: Bukhari)

Malu, Kunci Segala Kebaikan Malu merupakan penghalang seseorang untuk melakukan perbuatan dosa. Hasrat seseorang untuk berbuat dosa berbanding terbalik dengan rasa malu yang dimilikinya.

Abu Hatim berkata: “Bila manusia terbiasa malu, maka pada dirinya terdapat faktor-faktor yang mendorong pada kebaikan. Sebaliknya orang yang tidak tahu malu dan terbiasa berbicara kotor maka pada dirinya tidak akan ada faktor-faktor yang mendorong pada kebaikan, yang ada hanya kejahatan.”

Muhammad Ibnu Abdullah Al-Baghdadi melantunkan syair sebagai berikut: “Bila cahaya wajah berkurang, maka berkurang pula rasa malunya Tidak ada keindahan pada wajah, Bila cahayanya berkurang Rasa malumu peliharalah selalu, Sesungguhnya sesuatu yang menandakan kemuliaan seseorang, Adalah rasa malunya.” Bukannya Tidak Pede Mempunyai sifat malu bukan berarti menjadikan kita rendah diri, minder, atau nggak pede. Apalagi gara-gara ketidakpedean itu kita jadi urung melakukan kebaikan, amal shalih, dan menuntut ilmu. Jika hal itu terjadi pada diri kita, cobalah kita berintrospeksi, apakah sebenarnya malu yang kita rasakan itu karena Alloh Subhanahu wa Ta’ala atau karena manusia. Misalnya saja kita malu memakai jilbab yang syar’I, malu menunjukkan jati diri sebagai seorang Pria Muslim atau malu pergi ke majelis ta’lim.

Apakah malu yang demikian ini karena Alloh Subhanahu wa Ta’ala atau hanya rasa malu, ketakutan dan kecemasan kita kepada selain-Nya? Padahal, malu kepada Alloh-lah yang seharusnya kita utamakan. Bukankah Alloh-lah yang paling berhak kita malui?

Al-Qurthubi rahimahulloh berkata: “Al-Musthafa (Nabi Muhammad) Shallallahu ‘alaihi wa Sallam adalah orang yang pemalu. Beliau menyuruh (umatnya) agar mempunyai sifat malu. Namun satu hal yang perlu diketahui bahwa malu tidak dapat merintangi kebenaran yang beliau katakan atau menghalangi urusan agama yang beliau jadikan pegangan sesuai dengan firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya: “Dan Alloh tidak malu (menerangkan) yang benar” (QS: Al-Ahzab: 53)”.

Sifat malu memang adakalanya harus disingkirkan, yaitu saat kita menuntut ilmu. Dalam hal ini, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu pernah berkata: “Orang yang tidak tahu tidak selayaknya malu bertanya, dan orang yang ditanya tidak perlu malu bila tidak mengetahuinya untuk mengatakan: Saya tidak tahu”.

Imam Bukhari rahimahulloh berkata: “Orang yang pemalu dan sombong tidak akan bisa mempelajari ilmu.” Hal ini juga dikuatkan oleh hadits yang diriwayatkan Aisyah radhiyallahu ‘anha. Ia berkata, “Sebaik-baik wanita adalah wanita Anshar. Rasa malu pada diri mereka tidak menghalangi mereka mendalami ilmu agama.” (Fathul Bari 1/229)

Harus Ditumbuhkan Sifat yang mulia ini selayaknyalah kita pupuk dengan baik dan kita jaga agar tidak musnah dari diri kita. Berbahagialah kita, jika kita terlahir sebagai sebagai seorang yang pemalu, yang berati kita telah mempunyai sifat dasar yang baik. Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pernah bersabda kepada Asyaj dari bani Anshar, yang artinya: “Pada dirimu ada dua sifat yang Alloh Subhanahu wa Ta’ala sukai.” Maka ia bertanya, “Apakah itu, wahai Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam?” Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menjawab; “Sabar dan malu”. Asyaj bertanya lagi, “Apakah kedua sifat itu sudah ada sejak dulu atau baru ada?”. Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menjawab, “Sejak dulu.” Asyaj berkata, “Puji syukur kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberiku dua sifat yang Allah sukai “ (HR: Ibnu Abi ‘Ashim).

Ada tiga jenis sifat malu, yaitu:

1. Malu yang bersifat fitrah. Misalnya, malu yang dialami saat melihat gambar seronok, atau wajah yang memerah karena malu mendengar ucapan jorok.

2. Malu yang bersumber dari iman. Misalnya, seorang muslim menghindari berbuat maksiat karena malu atas muraqabatullah (pantauan Allah).

3. Malu yang muncul dari dalam jiwa. Misalnya, perasaan yang menganggap tidak malu seperti telanjang di hadapan orang banyak.

Karena itu, beruntunglah orang yang punya rasa malu. Kata Ali bin Abi Thalib, “Orang yang menjadikan sifat malu sebagai pakaiannya, niscaya orang-orang tidak akan melihat aib dan cela pada dirinya.”

Jika memang kita rasakan sifat itu kurang pada diri kita, maka tidak perlu khawatir karena sifat itu dapat ditumbuhkan. Dengan meningkatkan iman, ma’rifatulloh, dan pendekatan diri kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala sehingga dalam diri kita timbul kesadaran bahwa Alloh Subhanahu wa Ta’ala senantiasa mengawasi, mengetahui segala sesuatu yang kita kerjakan dan yang kita simpan dalam hati maka akan tumbuhlah malu imani yang mampu mencegah seseorang berdosa karena takut pada Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Wallahu a’lam.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

اللهم إنى أسألك علِما نافغا و رزقا طيبا و عملا متقبلا

Allahumma inni As’aluka ilman nafi’an wa rizqon thoyyiban wa a’malan mutaqobalan

Ya Allah aku mohon kepadamu berikanlah kepadaku ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik dan amalan yang diterima disisimu

Tentang kesejajaran sifat malu dan iman dipertegas lagi oleh Rasulullah saw., “Malu dan iman keduanya sejajar bersama. Ketika salah satu dari keduanya diangkat, maka yang lain pun terangkat.” (HR. Hakim dari Ibnu Umar. Menurut Hakim, hadits ini shahih dengan dua syarat-syarat Bukhari dan Muslim dalam Syu’ban Iman. As-Suyuthi dalam Al-Jami’ Ash-Shagir menilai hadits ini lemah.)

Karena itu, sifat malu tidak akan mendatangkan kemudharatan. Sifat ini membawa kebaikan bagi pemiliknya. “Al-hayaa-u laa ya’tii illa bi khairin, sifat malu tidak mendatangkan sesuatu kecuali kebaikan,” begitu kata Rasulullah saw. (HR. Bukhari dalam Kitab Adab, hadits nomor 5652)

bisa kita miliki? Sumber sifat malu adalah dari pengetahuan kita tentang keagungan Allah. Sifat malu akan muncul dalam diri kita jika kita menghayati betul bahwa Allah itu Maha Mengetahui, Allah itu Maha Melihat. Tidak ada yang bisa kita sembunyikan dari Penglihatan Allah. Segala lintasan pikiran, niat yang terbersit dalam hati kita, semua diketahui oleh Allah swt.

Jadi, sumber sifat malu adalah muraqabatullah. Sifat itu hadir setika kita merasa di bawah pantauan Allah swt. Dengan kata lain, ketika kita dalam kondisi ihsan, sifat malu ada dalam diri kita. Apa itu ihsan? “Engkau menyembah Allah seakan melihat-Nya, jika engkau tidak melihat-Nya, sesungguhnya Ia melihatmu,” begitu jawaban Rasulullah saw. atas pertanyaan Jibril tentang ihsan.

Tetapi malu kepada Allah dengan malu yang sesungguhnya; yaitu menjaga kepala dan apa yang dipikirkannya, menjaga perut dari apa yang dikehendakinya. Ingatlah kematian dan ujian, dan barangsiapa yang menginginkan kebahagiaan alam akhirat, maka ia akan tinggalkan perhiasan dunia. Dan barangsiapa yang melakukan hal itu, maka ia memiliki sifat malu yang sesungguhnya kepada Allah.” (HR. Tirmidzi dalam Kitab Shifatul Qiyamah, hadits nomor 2382)

Semoga bermanfaat , … dan terjaganya keluarga sakinah Mawaddah wa Rahmah adalah sumber dari segala sumber pahala ALLAH Allah Subhanahu Wa Ta'ala..

semoga selalu dalam Hidayah dan Ridho Allah Allah Subhanahu Wa Ta'ala.. Aamiin Allaahumma Aamiin

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Rabbi zidni ‘ilman. Warzuqni fahma........birohmatika Ya Arhamarrohimin...

Artinya: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.”

Amin Ya Allah ,Ya Robbillalamin...

(Sumber Rujukan: Al-Qur’an, Fathul Bari, Hadits Bukhori dan Muslim

Wassalamu’alaikum Wr Wb.

Semoga bermanfa'at

Oleh:Admin Andhika Al-Banjari Mtp

Dipersilahkan bagi yang ingin share or copas,

semuanya milik bersama

✿ Prinsip ABC ✿

✩ A mbil yang baik

✩ B uang yang buruk

✩ C iptakan yang baru

Keep Istiqomah wa HAMASAH

~::*LUAHAN SEORANG SUAMI*::~

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Wahai isteriku,

Jika kau harapkan kepadaku untuk menghargai dirimu

aku tidak mampu memberikannya selalu

kerana kekadang aku juga lemah tidak terdaya

Wahai isteriku

Haraplah pada Allah SWT

KERANA Allah SWT yang memegang jiwaku

agar aku menghargai dirimu

Wahai isteriku

Jangan sesekali kau menangis keranaku

tetapi menangislah kerana Allah SWT

yang kekadang kau lupa akan diriNya

kerana terlalu mengharapkan penghargaan daripadaku

Wahai isteriku

Aku takut meletakkan harapanku kepadamu

kerana aku lebih mengharapkan Allah SWT

untuk membimbingmu menjadi isteri yang terbaik untukku

Wahai isteriku

Aku takut menghargai dirimu

melainkan penghargaan atas kehendak Allah SWT

kerana aku hanya menurut kehendak Allah SWT

Wahai isteriku

Dikala kau bersedih keranaku

ketahuilah bahawa kau sedang jauh dari Allah

kerana kau mengharapkan diriku lebih daripadaNya

Wahai isteriku

aku tidak mampu membahagiakan dirimu

kerana aku hanya mampu lakukan yang terbaik untukmu

tetapi Allah SWT yang memberikan kebahagiaan itu untukmu

Wahai isteriku

simpanlah air matamu hanya untuk Allah

bukan untuk diriku

kerana aku bimbang kau lebih mengharapkan aku daripada Allah

Wahai isteriku

sesungguhnya aku menyayangi dirimu

hanyalah kerana Allah SWT

yang melantik diriku menjadi wakil utk menyayangimu

Wahai isteriku

sesungguhnya aku menjadi penemanmu

semata-mata kerana Allah SWT

yang mewakilkan diriku untukmu yang dikasihiNya

Wahai isteriku

Sesungguhnya aku juga insan yang lemah

yang sekadar memiliki kudrat

hanya atas apa yang Allah izinkan untukku

Wahai isteriku

tuntutlah penghargaan daripada Allah SWT

pasti nanti Allah SWT menggerakkan diriku

untuk menghargai dirimu

Wahai isteriku

semoga kita sentiasa diberi mawadah, rahmah dan sakinah

oleh Allah SWT

dengan semata-mata mengharapkan diriNya

Wahai isteriku,

aku redha dan rela dirimu mencintai Allah

lebih daripada mencintai diriku

Kerana aku yakin, apabila dirimu mencintai Allah lebih daripada mencintaiku,

kau bukan sekadar mencintai diriku,

malah pastinya kau redha dan sanggup berkorban apa sahaja

sepenuh hatimu untukku dan bersama denganku.

Dan semuanya yang kau relakan itu hanya kerana cintamu pada Allah SWT.

Wahai isteriku,

Aku mencintaimu kerana Allah SWT dan aku mengharapkan kau juga begitu.

Ya Allah, ajari kami ya Allah untuk menyayangi antara kami ya Allah.

Ajari kami untuk menghargai diri kami ya Allah. Jagai jiwa kami ya Allah.

Sesungguhnya perkahwinan kami ini atas kehendakMu ya Allah.

Kami serahkan seluruh kehidupan kami kepadaMu ya Allah.

Terima kasih ya Allah..terima kasih.

Semoga bermanfa'at

Oleh:Admin Muslimah Sholehah

Dipersilahkan bagi yang ingin share or copas,

semuanya milik bersama

Bagi sahabat2 Muslimah Sholehah

yang berminat dan bersedia memberikan ilmunya berupa catatan,

puisi,doa dan kisah yang dapat menambah keimanan kita,

silahkan hubungi admin Andhika Al-Banjari Mtp

✿ Prinsip ABC ✿

✩ A mbil yang baik

✩ B uang yang buruk

✩ C iptakan yang baru

Keep Istiqomah wa HAMASAH

~::*KEIMANANMU YANG MEMBUATKU JATUH CINTA*::~

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Mencintai orang-orang beriman yang senantiasa taat kepada Allah, sangat besar pahalanya.

Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda :

“Sesungguhnya kelak pada Hari Kiamat Allah akan berfirman,

“Di mana orang-orang yang saling mencintai kerana keagunganKu?

Pada hari ini Aku akan memberikan naungan kepadanya

dalam naunganKu di saat tidak ada naungan kecuali naunganKu”

Diriwayatkan hadis dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda :

“Demi Allah, kamu tidak akan masuk syurga sehingga kamu beriman.

Tidak sempurna keimanan kamu sehingga kamu saling mencintai.

Adakah kamu mahu aku tunjukkan sesuatu,

yang mana jika kamu melakukannya nescaya kamu akan saling mencintai?

Sebarkanlah salam di antara kamu!” (HR. Muslim).

Dalil yang dimaksudkan di dalam hadis ini adalah sabda Rasulullah SAW,

“Tidak sempurna keimanan kamu sehingga kamu saling mencintai”.

Hadis ini menunjukkan tentang besarnya pahala saling mencintai kerana Allah.

Hadis dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda :

“Sesiapa pun tidak akan merasakan manisnya iman,

sehingga ia mencintai seseorang hanya kerana Allah semata.” (HR. Bukhari).

Hadis dari Abu Dzar yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Hibban, ia berkata :

“Wahai Rasulullah, bagaimana jika ada seseorang yang mencintai suatu kaum

tapi tidak mampu beramal seperti mereka? Rasulullah SAW bersabda,

“Engkau wahai Abu Dzar, akan bersama siapa sahaja yang engkau cintai.” Abu Dzar berkata; maka aku berkata, “Sungguh, aku mencintai Allah dan RasulNya.” Abu Dzar mengulanginya sebanyak satu atau dua kali.”

Hadis Muadz bin Anas Al-Jahni bahawa Rasulullah SAW bersabda:

“Sesiapa sahaja yang memberi kerana Allah, menolak kerana Allah, mencintai kerana Allah,

membenci kerana Allah, dan menikah kerana Allah, maka bererti ia telah sempurna imannya.” (HR. Al-Hakim).

Semoga Bermanfa'at

Oleh:Admin Muslimah sholehah

Dipersilahkan bagi yang ingin share or copas, semuanya milik bersama

Bagi sahabat2 Muslimah Sholehah yang berminat dan bersedia memberikan ilmunya berupa catatan,

puisi, doa dan kisah yang dapat menambah keimanan kita,

silahkan hubungi admin Andhika Al-Banjari Mtp

✿ Prinsip ABC ✿

✩ A mbil yang baik

✩ B uang yang buruk

✩ C iptakan yang baru

Keep Istiqomah wa HAMASAH

~::*LELAKI PILIHAN ALLAH UNTUKKU*::~

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

*Sebuah Note kiriman dari seorang sahabat*

Duhai Lelaki Pilihan Allah Untukku....

Entah dengan apa ku harus menggambarkan segala rasaku padamu...

Tak cukup dengan untaian kata,dan barisan kalimat indah...

Tak mampu tergambar dengan pewarna apapun, semuanya terlalu indah...

Tak kan ada kanvas yang mampu membingkai semua warna tentangmu...

Karena kau begitu indah disini....dihatiku....

Tahukan betapa besar rasa syukurku,ketika Allah memilihku untuk menjadi pendampingmu...

Tak pernah ku merasa cukup mensyukuri nikmat itu...

Betapa bahagiaku ketika kau memilihku diantara sekian banyak bidadari yang jauh lebih indah di luar sana...

Kau tau dengan sangat tahu,aku hanya wanita dengan segala keterbatasan dan kau tetap memilihku...

Duhai Lelaki Pilihan Allah Untukku...

Tahukah engkau betapa buncahahan di dada ini seakan ingin meledak,membawaku ke awan yang hanya mampu ku ekspresikan dengan airmata...

Ketika dari lisanmu kau sebut namaku dalam lantunan ijab kabul yang suci...

Ketika itu pula ku abdikan diriku padamu,dengan segala ketundukan yang kumiliki...

dan Kau tau,bahwa akan ku patuhi inginmu selama tak bermaksiat pada Sang Maha Kasih,Robbul 'izzati....

Duhai Lelaki ku, penghìas mata dan hatiku...

Tak pernah ku lalui tiap hari, tiap jam, tiap detik kecuali kulalui hanya dengan jatuh cinta padamu...

Tak akan pernah berkurang rasa ini padamu,karena disini di hati ini kaulah yang terindah...

Dan akupun berharap dengan segala kekuranganku,kau sudi menjadikanku perhiasan terindah di mata dan hatimu...

Aku tau,diri ini tak jelita dan tak se cerdas Aisyah,apalagi setaqwa Khadijah, Namun sungguh ku akan mencintaimu seperti mereka,cinta yang terbingkai atas nama~NYA...

Duhai Pelipur Laraku...

Aku pun tahu betapa lelah dan penat harimu,bergelut dengan rutinitas kerjamu...

Kau lalui dengan penuh keikhlasan demi aku,demi anak~anak kita, demi kami amanahmu dari~NYA...

Sungguh,ketika kau lelap dalam tidurmu,aku menangis menatapmu dlm wajah lelahmu...

Betapa ku hargai tiap tetesan keringatmu, bukan berapa banyak yg telah kau beri,namun berapa banyak cinta dalam tiap tetes keringatmu,dalam tiap lelahmu... Dan aku selalu merasa cukup dengan itu...

Duhai Cintaku, Labuhan Hatiku..

Gandeng tanganku ke Jannah~NYA...

Jangan segan membangunkanku di 1/3 malam terakhir, bersama kita mengarungi samudra cinta~NYA dalam lautan dzikir...

Jangan pernah segan menegurku dalam tiap khilafku,aku adalah wanita biasa,ada kalanya ku berbuat salah padamu,maka bersabarlah padaku,jangan membentakku atau membiarkanku..

Kau tau aku adalah kaum yg tercipta dari tulang rusuk yang paling bengkok...

Ada kalanya aku akan membuatmu begitu marah,maka ketahuilah olehmu bahwa DIA menghendaki kau menasehatiku dengan hikmah,

Sungguh hatiku tetaplah wanita yang lemah pada kelembutan,namun jangan kau coba meluruskanku, krn aku akan patah, tapi... Jangan pula membiarkanku begitu saja,karena akan selamanya aku salah...

Tatap mataku dengan cintamu,

genggam tanganku dan nasihati aku dengan lembut...

Niscaya kau akan menemukanku tersungkur menangis dalam pangkuanmu... Dan maka ketika itu, kau kembali memiliki hatiku...

Duhai Kasihku Dunia Akhirat...

Kau adalah nahkodaku, kemana kau mengarahkan haluan rumah tangga kita,di situ pula aku akan mengikutimu...

Maka jadilah Imam yang baik untukku, Ajarkan aku mencintaimu Karena~NYA...

Ridholah padaku, maka Rabb kitapun akan ridho padaku...

Sesungguhnya Ridhomu adalah Ridho Illahi....

Mudahkanlah jalanku ke Jannah~NYA...

Karena bagiku kau adalah kunci Syurgaku...

Dari Ummu Salamah, Ia berkata :Rosululloh SAW bersabda "Seorang perempuan jika meninggal dan suaminya meridhoinya maka ia akan masuk Syurga"

Sungguh, cintaku padamu akan bertambah seiring ketakwaanmu pada~NYA,

dan akan berkurang dengan kemaksiatanmu pada~NYA...

"Aku mencintaimu karena Allah.."

Semoga bermanfaat

Oleh:Admin Muslimah Sholehah

Dipersilahkan bagi yang ingin share or copas, semuanya milik bersama

Bagi sahabat2 Muslimah Sholehah

yang berminat dan bersedia memberikan ilmunya berupa catatan,

puisi, doa dan kisah yang dapat menambah keimanan kita,

silahkan hubungi admin Andhika Al-Banjari Mtp

✿ Prinsip ABC ✿

✩ A mbil yang baik

✩ B uang yang buruk

✩ C iptakan yang baru

Keep Istiqomah wa HAMASAH

 
Cheap Web Hosting | new york lasik surgery | cpa website design