Tidak ada kebaikan bagi pembicaraan kecuali dengan amalan.
Tidak ada kebaikan bagi harta kecuali dengan kedermawanan.
Tidak ada kebaikan bagi sahabat kecuali dengan kesetiaan.
Tidak ada kebaikan bagi shadaqah kecuali niat yang ikhlas.
Tidak ada kebaikan bagi kehidupan kecuali kesihatan dan keamanan

Sabtu, 02 April 2011

~::*VALENTINE DAY = PELESTARIAN RITUAL SETAN*::~

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

“Misi utama kita bukanlah menjadikan kaum Muslimin beralih agama menjadi orang Kristen atau Yahudi, tapi cukuplah dengan menjauhkan mereka dari Islam… Kita jadikan mereka sebagai generasi muda Islam yang jauh dari Islam, malas bekerja keras, suka berfoya-foya, senang dengan segala kemaksiatan, memburu kenikmatan hidup, dan orientasi hidupnya semata untuk memuaskan hawa nafsunya…”

Kalimat di atas adalah cuplikan kata-kata Samuel Zwemmer, seorang tokoh Yahudi, dalam pidatonya pada Konferensi Missi di Yerussalem, 1935.

Propaganda Yahudi telah merebak luas ke seluruh penjuru dunia, menyerang pemikiran semua umat, tak terkecuali Islam. Generasi Islam-lah yang paling gencar dibuat lupa akan syari’at agamanya sendiri, sehingga akhirnya terjerumus ke lembah hitam.

Salah satu moment yang digunakan oleh kaum Yahudi untuk menghancurkan akidah generasi muda Islam adalah budaya-budaya bid’ah yang dikemas menarik dan modern, sehingga selalu diperingati setiap tahun. Sebagai contoh adalah Valentine’s Day (VD) atau yang dikenal dengan Hari Kasih Sayang. Anehnya, semua orang di penjuru dunia ini sekan terbius dengan budaya tak berdasar itu. Mall, kafe, televisi, dan pusat-pusat keramaian di kota semarak memperingatinya dengan memajang properti atau gambar-gambar berbentuk hati, pita-pita dan aksesoris berwarna merah jambu, bunga mawar, dan cokelat yang merupakan barang khas VD. Selain itu ada satu maskot yang dikenal sebagai lambang VD yaitu seorang anak telanjang bersayap yang memegang panah, dikenal dengan nama Cupid, seperti tanmpak dalam gambar. Sebagian besar kaum muda Islam mungkin larut dalam ritual tahunan ini, padahal banyak fakta gelap di balik VD dan bahkan haram merayakanya.

1. VD adalah sebuah mitos yang tak berdasar

VD konon berasal dari kisah hidup seorang Santo (orang suci dalam Katolik) yang rela menyerahkan nyawanya demi cinta orang lain. Nama orang tersebut adaah Santo Valentinus. Namun sejarah gereja sendiri tidak menemukan siapa sesungguhnya sosok Santo Valentinus. Bahkan banyak yang mengakui bahwa kisah ini tidak berdasar dan diyakini hanya merupakan mitos atau dongeng belaka. Gereja sebenarnya telah mengeluarkan surat larangan bagi pengikutnya untuk ikut-ikutan merayakan ritual tak berdasar ini, walaupun dahulu ada beberapa pendeta yang malah melanggengkan ritual adopsi Lupercalian Festival ini dengan “bungkus kekristenan”, di antaranya adalah Kaisar Konstantin sebagai Paus Pertama dan Paus Gregory I. Bahkan Paus Gelasius I (496 M) menjadikan Lupercalian Festival sebagai perayaan gereja dengan memunculkan mitos Santo Valentinus yang meninggal pada tanggal 14 Februari.

Saat ini ada tiga versi tentang cerita orang yang dianggap bernama Valentine yang meninggal pada tanggal 14 Februari. Seorang diantaranya dilukiskan sebagai orang yang mati pada masa kekuasaan Kaisar Romawi, namun ini pun tidak pernah dijelaskan secara detail siapa sesungguhnya tokoh St. Valentine yang dimaksud. Juga dengan kisahnya yang tak pernah diketahui ujung pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda. Tiga nama Santo yang menjadi martir tersebut adalah seorang Pastur di Roma, seorang uskup Interamna (modern Terni), dan seorang martir di provinsi Romawi Afrika. Hubungan ketiganya dengan Hari Valentine juga tidak jelas.

2. VD telah diadopsi menjadi budaya gereja

Banyak yang percaya dan yakin bahwa Hari Valentine merupakan salah satu hari raya agama Kristen, bahkan mengagungkannya setelah natal. Namun ada beberapa yang menyatakan bahwa Hari Valentine sama sekali tidak ada dalam Injil, baik Injil Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Hari Valentine merupakan hasil adopsi Lupercalian Festival yang dilakukan oleh Paus Gelasius, yang sebenarnya telah dihapus oleh gereja pada tahun 1960-an. Pengapdosian tradisi dan kepercayaan Paganisme di Roma ini dilakukan oleh para penginjil agar masyarakat kota tersebut mau menerima kekristenan. Usaha ini tidak sia-sia, terbukti dengan diterimanya Kristen sebagai agama resmi Kekaisaran Romawi dalam masa Kekaisaran Konstantin.

3. Berasal dari ritual kaum Pagan Roma

Hari Valentine sesungguhnya telah diadopsi dari suatu ritual menjijikkan kamu Pagan di Roma, yang dinamakan Lupercalian Festival. Perayaan itu selalu berlagsung setiap tahun pada tanggal 13-18 Februari dan mencapai puncaknya tanggal 15 Februari. Dua hari pertama dipersembahkan untuk Dewi Cinta bernama Juno Februata. Pada tanggal 13 Februari pagi hari, pendeta tertinggi Pagan Roma mengumpulkan pemuda dan pemudi di kuil pemujaan. Mereka dipisah dalam dua barisan dan sama-sama menghadap altar utama. Semua nama perempuan muda ditulis dalam lembaran-lembaran kecil. Satu lembaran berisi satu nama. Lembaran-lembaran kecil tersebut kemudian dimasukkan dalam suatu wadah mirip kendi besar atau ada juga yang menyebutnya dimasukkan dalam wadah mirip botol besar.

Setelah itu sang pendeta yang memimpin upacara tersebut mempersilakan para pemuda maju satu per satu untuk mengambil satu nama gadis yang ada di dalam wadah secara acak, hingga wadah tersebut kosong. Setiap nama gadis yang terambil, maka gadis tersebut harus bersedia menjadi kekasih sang pemuda yang telah mengambilnya dan berkewajiban melayani segala yang diinginkan sang pemuda tersebut selama setahun hingga Lupercalian Festival tahun depan.

Malam tanggal 14 dan 15 mereka bebas berbuat apa saja, mengumbar syahwat tanpa ikatan pernikahan. Pada tangal 15 mereka kembali mendatangi kuil pemujaan untuk memanjatkan do’a kepada Dewa Lupercalia agar dilindungi dari gangguan serigala dan roh jahat. Dalam upacara ini, pendeta membawa dua ekor kambing dan seekor anjing yang kemudian disembelih di atas altar sebagai persembahan kepada Dewa Lupercalia atau Lupercus. Persembahan ini kemudian diikuti dengan ritual meminum anggur.

Setelah itu para pemuda mengambil satu lembar kulit kambing yang telah tersedia dan berlari di jalan-jalan kota sambil diikuti oleh para gadis. Para gadis berlomba-lomba mendapat sentuhan kulit kambing terbanyak dan para pemuda berlomba-lomba untuk dapat menyentuh gadis sebanyak-banyaknya. Para gadis percaya bahwa semakin banyak mereka tersentuh kulit kambing maka akan bertambah cantik dan subur.

4. Ada tangis di balik cokelat Valentine

Kisah ini diungkap oleh sebuah situs independen Amerika Serikat, Democrazy Now! Situs ini tepat pada tanggal 13 Februari 2004 memuat headline berjudul The Dark Side of Valentine’s Day-Ties Between the Chocolate Industry and Child Slavery (SIsi Gelap Antara Hari Valentine dengan Perbudakan Anak) yang merupakan sebuah artikel hasil wawancara antara jurnalis kawakan Amerika, Amy Goodman dengan Melissa Schweisguth, salah seorang koordinator Exchange Trade Fair.

Pada intinya bahwa 70% kokoa yang merupakan bahan dasar pembuatan makanan cokelat itu berasal dari Afrika Barat dengan 42%nya berasal dari daerah Pantai Gading. Afrika Barat merupakan penghasil kokoa terbesar dunia, terutama bagi produsen-produsen cokelat seperti M&M atau Mars. Faktanya, terdapat lebih dari 284.000 anak-anak kecil yang dipekerjakan di sana dengan kondisi dan upah yang jauh dari standar minimal. Awalnya temuan ini disangkal oleh industri di sana, namun karena berbagai tekanan yang ada dari lembaga pemantau keselamatan anak dan juga dari berbagai LSM dunia, maka mereka akhirnya menerima adanya permasalahan itu dan berjanji akan melakukan “rencana perbaikan”, namun yang disebut sebagai “rencana perbaikan” itu ternyata tidak melingkupi standar gaji dan standar hidup yang layak bagi anak-anak pekerja tersebut.

5. VD adalah sebuah tradisi jahiliyyah modern

Jahl, menurut Ibnu Taimiyyah berarti “yang tidak memiliki atau tidak mengikuti ilmu.” Selanjutnya, “Orang yang tidak tahu haq (kebenaran) adalah jahil ringan. Dan jika ia meyakini sesuatu sesuatu yang bertentangan dengan haq sebagai suatu kebenaran, maka ia disebut jahil murakkab (tolol kuadrat). Sama halnya, orang yang mengamalkan sesuatu yang bertentangan dengan haq, ia disebut jahil sekalipun orang tersebut tahu bahwa yang diamalkannya itu bertentangan dengan haq.

Al-Qur’an tidak mendefinisikan istilah jahiliyyah dalam pemaknaan ruang dan waktu, tetapi lebih kepada pemaknaan akidah dan sikap hidup umat-Nya. Muhammad Quthb dalam kitab Ru’yah Islamiyah liahwalil ‘Alamil Mu’ashir (Darul Wathon li an-nasyari, 14411 H/1991 M) yang diterbitkan oleh edisi Indonesianya oleh Yayasan SIDIK pada April 1996 menegaskan: “Jahiliyyah tidak terbatas pada zaman dan tempat serta komunitas atau bangsa tertentu. Ia menyangkut tashawwur tertentu dan suluk tertentu. Ia merupakan persepsi dan pola sikap. Kapan dan di mana saja terdapat tashawwur dan suluk jahiliyyah, maka dia adalah jahiliyyah, tidak peduli pada zaman, tempat, dan bangsa apa saja.

Hari Valentine meski dibungkus dengan cokelat, bunga, dan hiasan-hiasan yang menarik hati, sesungguhnya ia adalah adopsi dari budaya mengumbar syahwat milik kaum Pagan Roma, Lupercalian Festival, yang tidak ada dasarnya sama sekali. Inilah salah satu bentuk kejahiliyyahan modern. Siapa pun yang merayakannya dengan dalih apa pun, maka ia telah melakukan suatu bentuk kebodohan (al-jahl) dan pantas diberi gelar sebagai kaum jahiliyyah.

6. VD haram hukumnya

Berpartisipasi sekecil apa pun dalam perayaan Valentine, bahkan sekedar mengucapkannya, adalah haram hukumnya. Inilah dalil-dalil yang secara jelas mengharamkan Valentine.

Allah berfirman dalam QS. Al Maaidah ayat 51 yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesnungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim.“

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya akan diminta pertanggungjawaban.” (QS. Al Isra’ : 36)

Rasulullah SAW dalam suatu haditsnya yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Imam Ahmad dari Ibnu Umar menyatakan, “Barangsiapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut.”

“Barangsiapa melakukan amal yang tiada didasari perintahku (Qur’an dan Sunnah), maka amal perbuatannya tertolak.” (HR. Ahmad)

SILAHKAN SEBARKAN KEBENARAN AGAR RAHMAT ISLAM TERSEBAR LUAS. SMOGA ALLAH MEMBERIKAN PAHALA YG BERLIMPAH KPD ANTUM WA ATUNA SEMUA. AAMIIN

~::*Isteriku Bidadariku*::~

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Apa khabarnya iman-mu hari ini?

Sudahkah hari-mu diawali dengan syukur kerana dapat menatap kembali fana-nya hidup ini?

Wahai Calon Isteriku Bidadari Syurgaku..

Tahukah engkau betapa Allah SWT menyayangiku dengan amat sempurnanya?

Disini, di istana penantian ini aku ditempa untuk menjadi dewasa dan siap mendampingimu kelak.

Meski terkadang tempaan itu tidak kusyukuri, namun aku merasa menjadi lebih baik saat ini.

Hatiku yang rapuh berkali-kali diuji agar menjadi tangguh.

Sehingga kelak saat kita bertemu, kau akan bangga telah memiliki aku di hatimu.

Entah dimana dirimu sekarang. Tapi aku yakin, Allah pun juga amat mencintaimu,

dan kini tengah melatihmu menjadi mujahidah yang tangguh, hingga akupun bangga memilikimu kelak.

Sebuah kisah pernah kudengar:

"aku meminta pada Allah setangkai bunga yang indah

Dia memberi aku kaktus berduri

Aku minta pada Allah haiwan mungil nan cantik

Dia beri aku ulat berbulu

Aku sempat kecewa, dan protes, Betapa tidak adilnya ini..

Namun kemudian kaktus itu berbunga sangat indah sekali,

dan ulatpun tumbuh dan berubah menjadi kupu-kupu yang teramat cantik.

Itulah jalan Allah, Indah pada waktunya.

Allah tidak memberi apa yang kita inginkan, tapi Allah memberi apa yang kita perlukan."

Aku yakin, kaulah yang aku memerlukanmu untuk mendampingiku kelak,

meski ku bukan seperti apa yang kau harapkan.

Tapi, selama nafas ini masih ada,

ku kan selalu berusaha berikan yang terbaik menurut-Nya,

Insya Allah..

Wahai Calon Isteriku Bidadari Syurgaku...

Aku ini seorang yang sangat cemburu.

Tapi kalau Allah dan Rasulullah lebih kau cintai daripada aku,

aku harus rela, Aku harap begitu pula dengan dirimu.

Kerna cemburunya seorang suami adalah bukti bahwa engkau begitu ingin melindungiku,

menjaga kehormatanku.

Saat aku masih dalam asuhan ayah dan bunda,

tidak lain doaku adalah ingin menjadi anak yang soleh,

agar kelak di akhirat dapat menjadi bekal tabungan kedua orangtuaku.

Namun nanti setelah menjadi suamimu, doaku bertambah,

Semoga Allah menjadikanku pendamping (Suami) yang soleh,

agar kelak di syurga kita dipertemukan dan cukup aku yang menjadi pahlawanmu,

mendampingi dirimu yang solehah.

Apa yang kuharapkan darimu adalah kesolehan,

semoga sama halnya dengan dirimu,

Kerna apabila rupawan yang kau harapkan dariku,

hanya kesia-siaan yang kan kau dapati.

Wahai calon Isteriku Bidadari Syurgaku yang dirahmati Allah...

Aku masih haus akan ilmu.

Namun berbekal ilmu yang kumiliki saat ini,

aku berharap dapat menjadi suami yang sentiasa mendapat keredhaan Allah dan dirimu.

ketika kelak telah lahir generasi penerus dakwah Islam dari pernikahan kita,

bantu aku untuk bersama mendidik dan membesarkannya dengan harta yang halal,

ilmu yang bermanfaat, dan terutama dengan menanamkan pada diri mereka

ketaatan kepada Allah SWT.

Apabila suatu hari nanti hanya ada sebuah gubuk menjadi perahu pernikahan kita,

Tak akan aku namai dengan "gubuk derita". Kerana itulah markas dakwah kita,

tempat kita nantinya mengatur strategi, mendidik mujahid/mujahidah kecil kita

untuk menjadi tangguh.

Wahai Calon Isteriku Bidadari Syurgaku yang kurindukan...

Coretan ini hanyalah sebahagian kecil dari isi hatiku.

Kelak saat kita bertemu, siapkanlah dirimu untuk mendengar konsep masa depan

yang ingin kurajut bersamamu.

Pertemuan denganmu kelak adalah kejutan besar yang tengah Allah persiapkan untuk kita.

Moga Redha Allah sentiasa menyertai kita dalam langkah dan harakah kita.

Amin..

semoga bermanfa'at

Salam Ukhuwah fillah

~::*NASEHAT RASULULLAH SAW KEPADA PUTRINYA FATIMAH AZ-ZAHRA*::~

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Assalamu'alaikum warahmaturah wabarakatuh..

Ada 10 Nasihat Rasulullah kepada putrinya, Fatimah Az-Zahra binti Rasulillah SAW.

Sepuluh nasihat yang beliau sampaikan merupakan mutiara yang termahal nilainya, khususnya bagi setiap istri yang mendambakan keshalehan. Nasihat atau wasiat tersebut adalah :

1. Wahai Fatimah!

Sesungguhnya wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya kelak Allah tetapkan baginya kebaikan dari setiap biji gandum yang diadonnya dan juga Allah akan melebur kejelekan serta meningkatkan derajatnya.

2. Wahai Fatimah!

Sesungguhnya wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah akan menjadikan antara neraka dan dirinya tujuh tabir pemisah.

3. Wahai Fatimah!

Sesungguhnya seorang yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisirnya dan kemudian mencuci pakaiannya maka Allah akan tetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu orang yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang.

4. Wahai Fatimah!

Sesungguhnya wanita yang membantu kebutuhan tetangganya, maka Allah akan membantunya untuk dapat minum telaga kautsar pada hari kiamat nanti.

5. Wahai Fatimah!

Yang lebih utama dari seluruh keutamaan di atas adalah keridhaan suami terhadap istri.

Andaikata suamimu tidak ridha kepadamu, maka aku tidak akan mendoakanmu.

Ketahuilah wahai Fatimah, kemarahan suami adalah kemurkaan Allah.

6. Wahai Fatimah!

Di saat seorang wanita mengandung, maka malaikat memohonkan ampunan baginya,

dan Allah tetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan serta melebur seribu kejelekan.

Ketika seorang wanita merasa sakit akan melahirkan,

maka Allah tetapkan pahala baginya sama dengan pahala para pejuang di jalan Allah.

Di saat seorang wanita melahirkan kandungannya,

maka bersihlah dosa-dosanya seperti ketika ia dilahirkan dari kandungan ibunya.

Di saat seorang wanita meninggal ketika melahirkan, maka tidak akan membawa dosa sedikitpun.

Di dalam kubur akan mendapat taman indah yang merupakan bagian dari taman surga.

Allah memberikan pahala kepadanya sama dengan pahala sribu orang yang melaksanakn ibadah haji dan umrah dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.

7. Wahai Fatimah!

Di saat seorang istri melayani suaminya selama sehari semalam dengan rasa senang dan ikhlas,

maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan pakaian padanya pada hari kiamat berupa pakaian yang serba hijau dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan.

Allah pun akan memberikan kepadanya pahala seratus kali ibadah haji dan umrah.

8. Wahai Fatimah!

Di saat seorang istri tersenyum di hadapan suaminya maka Allah akan memandangnya dengan pandangan penuh kasih.

9. Wahai Fatimah!

Disaat seorang istri membentangkan alas tidur untuk suaminya dengan rasa senang hati,

maka para malaikat yang memanggil dari langit menyeru wanita itu agar menyaksikan pahala amalnya,

dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.

10. Wahai Fatimah!

Disaat seorang wanita meminyaki kepala suami dan menyisirnya,

meminyaki jenggot dan memotong kumisnya, serta memotong kukunya,

maka Allah akan memberi minuman arak yang dikemas indah kepadanya,

yang didatangkan dari sungai-sungai surga.

Allahpun akan mempermudah sakaratul maut baginya,

serta menjadikan kuburnya bagian dari taman surga.

Allahpun menetapkan baginya bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shiratal-mustaqim dengan selamat.

Dari Abdullah bin Amr Al-Ash r.a, Rasulullah bersabda : “DUNIA ADALAH SUATU KESENANGAN,DAN SEBAIK-BAIK KESENANGAN ADALAH WANITA YANG SHALEHAH.” ( HR. Muslim )

Semoga bermanfa'at

Salam Ukhuwah fillah.

~::*LAKI-LAKI YANG BAIK UNTUK WANITA YANG BAIK*::~

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sesungguhnya burung-burung itu akan bertengger bersama burung yang sama bentuknyaSehingga setiap orang akan mencintai yang semisal dengannya Al-Bukhori rohimahullâh berkata (9/132): Musaddad mengabarkan kepada kami, dia berkata: Yahya mengabarkan kepada kami dari dari ‘Ubaidillah, ia berkata: Sa’id bin Abi Sa’id mengabarkan kepadaku dari bapaknya, dari Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu, dari Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Wanita itu dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, kemuliaan nasabnya, kecantikannya, dan karena agamanya. Maka nikahilah wanita yang baik agamanya niscaya kamu beruntung.”Hadits tersebut diriwayatkan pula oleh Al-Imam Muslim (2/1086).Makna hadits tersebut adalah bahwa dalam memilih wanita sebagai istri, manusia terbagi menjadi empat bagian:

1. Di antara mereka ada yang menyukai wanita yang memiliki agama dan berharta

.2. Ada yang menyukai wanita yang memiliki nasab mulia

.3. Ada yang menyukai wanita berwajah rupawan

.4. Dan yang menyukai wanita yang baik agamanya.Wanita yang baik agamanya adalah wanita yang bertaqwa. Dia senantiasa melaksanakan perkara-perkara yang telah Alloh Subhânahu wa Ta’âlâ wajibkan dan meninggalkan larangan-larangan-Nya.

Sebagaimana perkataan Alloh Subhanahu wa Ta’âlâ:فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ “Sebab itu maka wanita yang sholihah, ialah yang taat kepada Alloh lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Alloh telah memelihara (mereka).” (An-Nisaa’: 34)Dia akan menjaga dirinya dan harta suaminya. Dia tidak akan keluar kecuali dengan izin suaminya, dan mengetahui hak-haknya tanpa melampaui batas.Sudah dimaklumi, meskipun dia adalah wanita yang baik agamanya, namun pastilah dia tidak akan mampu menyempurnakan tugas-tugasnya. Karena wanita adalah makhluk yang kurang akal dan agamanya. Tetapi hal ini tidak ada artinya jika dibandingkan dengan kesholihannya. Ini perkara yang tidak sepantasnya diabaikan.Sungguh Alloh Subhânahu wa Ta’âlâ telah menyebut-nyebut kenikmatan yang Dia anugerahkan kepada Zakaria hamba-Nya, dengan kalam-Nya Subhânahu wa Ta’âlâ:

فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَوَهَبْنَا لَهُ يَحْيَىٰ وَأَصْلَحْنَا لَهُ زَوْجَهُ

“Maka Kami mengabulkan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami memperbaiki istrinya.” (Al-Anbiyaa’: 90)Wanita yang baik agamanya akan mencintai lelaki yang baik agamanya pula

Dan wanita yang sebaliknya akan mencintai lelaki yang sebaliknya pula.Dan Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda sebagaimana dalam Sunan Abi Dawud (no. 4833) dari hadits Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu:“Seseorang itu sesuai agama temannya. Maka hendaklah salah seorang di antara kalian melihat siapa temannya.”Di dalam Ash-Shohihain disebutkan dari hadits Abu Musa radhiyallâhu ‘anhu, dia berkata: “Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Perumpamaan teman yang baik dan teman yang jelek itu seperti penjual minyak wangi dengan pandai besi yang meniup alat peniup api. Penjual minyak wangi akan memberikan minyak wangi kepadamu atau engkau akan membelinya. Sedangkan tukang besi akan membakar bajumu atau engkau akan mencium bau yang busuk darinya.”Jika demikian halnya dengan laki-laki, terlebih lagi wanita.

Karena wanita pada umumnya lebih cepat berubah dan berpindah dari satu keadaan kepada keadaan yang lain. Kita memohon kepada Alloh Subhânahu wa Ta’âlâ ketetapan hati kita. Teman dekat itu akan mempengaruhi temannya.

Oleh karena itulah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam menganjurkan untuk memilih teman yang baik.

Alloh Subhânahu wa Ta’âlâ berkata:

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَن ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan senja hari dengan mengharapkan keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (Al-Kahfi: 28)

Ketika seorang muslim baik pria atau wanita akan menikah, biasanya akan timbul perasaan yang bermacam-macam. Ada rasa gundah, resah, risau, bimbang, termasuk juga tidak sabar menunggu datangnya sang pendamping, dll. Bahkan ketika dalam proses taaruf sekalipun masih ada juga perasaan keraguan.

Berikut ini sekelumit apa yang bisa saya hadirkan kepada pembaca agar dapat meredam perasaan negatif dan semoga mendatangkan optimisme dalam mencari teman hidup. Semoga bermanfaat buat saya pribadi dan kaum muslimin semuanya. Saya memohon kepada Allah semoga usaha saya ini mendatangkan pahala yang tiada putus bagi saya.

Inilah kabar gembira berupa janji Allah bagi orang yang akan menikah. Bergembiralah wahai saudaraku…

1. “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”. (An Nuur : 26) Bila ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka perbaikilah diri. Hiduplah sesuai ajaran Islam dan Sunnah Nabi-Nya. Jadilah laki-laki yang sholeh, jadilah wanita yang sholehah. Semoga Allah memberikan hanya yang baik buat kita. Amin.

2. “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (An Nuur: 32)

Sebagian para pemuda ada yang merasa bingung dan bimbang ketika akan menikah. Salah satu sebabnya adalah karena belum punya pekerjaan. Dan anehnya ketika para pemuda telah mempunyai pekerjaan pun tetap ada perasaan bimbang juga. Sebagian mereka tetap ragu dengan besaran rupiah yang mereka dapatkan dari gajinya. Dalam pikiran mereka terbesit, “apa cukup untuk berkeluarga dengan gaji sekian?”.

Ayat tersebut merupakan jawaban buat mereka yang ragu untuk melangkah ke jenjang pernikahan karena alasan ekonomi. Yang perlu ditekankan kepada para pemuda dalam masalah ini adalah kesanggupan untuk memberi nafkah, dan terus bekerja mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga. Bukan besaran rupiah yang sekarang mereka dapatkan. Nantinya Allah akan menolong mereka yang menikah. Allah Maha Adil, bila tanggung jawab para pemuda bertambah – dengan kewajiban menafkahi istri-istri dan anak-anaknya, maka Allah akan memberikan rejeki yang lebih. Tidakkah kita lihat kenyataan di masyarakat, banyak mereka yang semula miskin tidak punya apa-apa ketika menikah, kemudian Allah memberinya rejeki yang berlimpah dan mencukupkan kebutuhannya?

3. “Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160)

[1]Bagi siapa saja yang menikah dengan niat menjaga kesucian dirinya, maka berhak mendapatkan pertolongan dari Allah berdasarkan penegasan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ini. Dan pertolongan Allah itu pasti datang.

4. “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (Ar Ruum : 21)

5. “Dan Tuhanmu berfirman : ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’ ”. (Al Mu’min : 60)

Ini juga janji Allah ‘Azza wa Jalla, bila kita berdoa kepada Allah niscaya akan diperkenankan-Nya. Termasuk di dalamnya ketika kita berdoa memohon diberikan pendamping hidup yang agamanya baik, cantik, penurut, dan seterusnya.

Dalam berdoa perhatikan adab dan sebab terkabulnya doa. Diantaranya adalah ikhlash, bersungguh-sungguh, merendahkan diri, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, dll.

[2]Perhatikan juga waktu-waktu yang mustajab dalam berdoa. Diantaranya adalah berdoa pada waktu sepertiga malam yang terakhir dimana Allah ‘Azza wa Jalla turun ke langit dunia

[3], pada waktu antara adzan dan iqamah, pada waktu turun hujan, dll.

[4]Perhatikan juga penghalang terkabulnya doa. Diantaranya adalah makan dan minum dari yang haram, juga makan, minum dan berpakaian dari usaha yang haram, melakukan apa yang diharamkan Allah, dan lain-lain.

[5.Manfaat lain dari berdoa berarti kita meyakini keberadaan Allah, mengakui bahwa Allah itu tempat meminta, mengakui bahwa Allah Maha Kaya, mengakui bahwa Allah Maha Mendengar, dst.

Sebagian orang ketika jodohnya tidak kunjung datang maka mereka pergi ke dukun-dukun berharap agar jodohnya lancar. Sebagian orang ada juga yang menggunakan guna-guna. Cara-cara seperti ini jelas dilarang oleh Islam. Perhatikan hadits-hadits berikut yang merupakan peringatan keras dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Barang siapa yang mendatangi peramal / dukun, lalu ia menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh malam”. (Hadits shahih riwayat Muslim (7/37) dan Ahmad).

[6]Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Maka janganlah kamu mendatangi dukun-dukun itu.” (Shahih riwayat Muslim juz 7 hal. 35).

[7]Telah bersabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya jampi-jampi (mantera) dan jimat-jimat dan guna-guna (pelet) itu adalah (hukumnya) syirik.” (Hadits shahih riwayat Abu Dawud (no. 3883), Ibnu Majah (no. 3530), Ahmad dan Hakim).

6. ”Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat”. (Al Baqarah : 153) Mintalah tolong kepada Allah dengan sabar dan shalat. Tentunya agar datang pertolongan Allah, maka kita juga harus bersabar sesuai dengan Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Juga harus shalat sesuai Sunnahnya dan terbebas dari bid’ah-bid’ah.

7. “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”. (Alam Nasyrah : 5 – 6) Ini juga janji Allah. Mungkin terasa bagi kita jodoh yang dinanti tidak kunjung datang. Segalanya terasa sulit. Tetapi kita harus tetap berbaik sangka kepada Allah dan yakinlah bahwa sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Allah sendiri yang menegaskan dua kali dalam Surat Alam Nasyrah.

8. “Hai orang-orang yang beriman jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (Muhammad : 7) Agar Allah Tabaraka wa Ta’ala menolong kita, maka kita tolong agama Allah. Baik dengan berinfak di jalan-Nya, membantu penyebaran dakwah Islam dengan penyebaran buletin atau buku-buku Islam, membantu penyelenggaraan pengajian, dll. Dengan itu semoga Allah menolong kita.

9. “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa”. (Al Hajj : 40)

10. “Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (Al Baqarah : 214)

Itulah janji Allah. Dan Allah tidak akan menyalahi janjinya. Kalaupun Allah tidak / belum mengabulkan doa kita, tentu ada hikmah dan kasih sayang Allah yang lebih besar buat kita. Kita harus berbaik sangka kepada Allah. Inilah keyakinan yang harus ada pada setiap muslim.

Jadi, kenapa ragu dengan janji Allah?

laki-laki baik untuk perempuan baik

Pangeranku.. Bagaimana kabarmu hari ini?? Mudah-mudahan kau baik-baik saja.. Akupun disini Alhamdulillah baik-baik saja Pangeranku

entah kenapa hati ini tidak sabar menunggu saat itu Saat dimana Allah mempertemukan kita Saat Dimana kebahagiaan itu akan menyatukan kita Saat dimana kita berjuang bersama dalam gerakan dakwah ini Membangun generasi-generasi yang shaleh dan shalehah Yang siap membangkitkan islam kembali ke masa kejayaannya

Pangeranku, Sebenarnya aku sangat malu Malu bila diri ini tidak sebanding denganmu Malu bila diri ini tidak bisa mengimbangi keshalehanmu Tidak bisa menjadi pendamping yang seperti yang kau impikan dari dulu

Aku malu pangeranku.. Tapi aku berjanji Aku akan berusaha memperbaiki diri Aku harus bisa menjaga diri

Agar kelak nanti Aku bisa menjadi seseorang yang bisa kau banggakan Seseorang yang bisa membuatmu bahagia dan senang Seseorang yang sesuai dengan yang kau impikan

Pangeranku,, Akan aku jaga hati ini untuk tetap suci Agar kelak hanya namamu saja lah yang pernah singgah di hatiku Tidak akan aku buai hati ini dengan nama orang lain Tidak akan aku biarkan namamu menjadi nama ke 100 yang singgah di hati ini

Aku akan berusaha untuk tetap mensucikan hati ini dari orang-orang yang belum halal bagiku Pangeranku,, Aku akan menjaga pandangan ini Aku berjanji akan menundukkan pandanganku mulai saat ini Agar hanya kamulah yang akan aku pandang dengan segenap jiwaku

Agar hanya dirimulah yang akan aku pandang dengan cinta yang menggebu Tidak akan aku biarkan laki-laki lain menikmati

pandanganku ini Karena hanya kau yang berhak pangeranku Aku tidak mau pandangan cintaku ini menjadi tidak berarti di matamu Karena telah sering aku berikan pada orang lain

Pangeranku,, Tidak akan aku biarkan orang lain menerima surat cinta dariku Ataupun kata-kata cinta dariku Karena hanya dirimulah yang akan aku berikan kata-kata itu

Aku tidak mau kata-kata itu menjadi tidak berarti pula bagimu Karena sering aku obral kata-kata itu pada orang-orang lain

Pangeranku,, Aku berjanji, hanya kaulah yang akan melihat mahkotaku Mahkota yang senantiasa aku jaga dan aku tutup dengan jilbabku

Aku tidak mau mahkota ini dilihat orang lain Mahkota yang senantiasa aku rawat agar menjadi indah kelak dimatamu

Aku janji pangeranku Aku tidak akan membiarkan orang lain menikmatinya Aku ingin kau bangga padaku karena aku bisa menjaganya untukmu Aku tidak peduli kalau terkadang rasa panas ini menggangguku

Karena aku yakin, rasa cintaku padamu dan rasa cintaku pada Yang Maha Pencipta Akan mengalahkan semua itu Karena kebahagiaanmu dan keRidhoan Allah lebih berarti bagiku

Pangeranku,, Mulai saat ini aku juga berjanji padamu Aku tidak akan membiarkan orang lain menyentuh tubuhku

Aku sadar, bahwa diriku ini terlalu mahal untuk di obral Aku sadar, diri ini terlalu mulia untuk disentuh oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab

Aku akan menjaga tubuhku ini agar berharga di matamu Agar hanya dirimulah yang kelak akan menyentuhnya Aku menyadari, kau pasti akan sedih Kalau tubuhku ini sudah banyak dinikmati orang lain

Tapi jangan khawatir pangeranku Aku senantisanya menjaganya dari dulu Karena semua ini hanya akan kuberikan padamu

Pangeranku,, Aku janji akan banyak belajar Belajar untuk lebih shaleh, lebih taat dan lebih pintar Belajar menjadi wanita yang terhormat dan terjaga kesuciannya

Aku nggak mau kamu kecewa kelak ketika melihatku Aku akan memperbaiki akhlakku agar kelak seimbang dengan keshalehanmu Aku akan perbanyak amalku

Aku tidak mau kelak berpisah denganmu di akhirat Karena amalku yang sedikit, tidak seimbang dengan amalanmu yang berlimpah Aku ingin menikmati setiap malam-malam yang mulia itu bersamamu

Bersamamu menemui Allah Yang Maha Pencipta Bersyukur atas nikmat yang tidak pernah berhenti dilimpahkanNya pada kita

Percayalah Pangeranku,, Aku akan mempelajari semuanya.. Karena aku yakin,, Bila aku ingin memiliki pangeran yang sehebat dan seshaleh dirimu

Aku pun harus menjadi orang seperti itu Karena Allah telah berjanji Bahwa Perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik

Tunggulah aku Pangeranku Aku yakin bisa mengimbangimu Tunggu aku pangeranku Aku akan membantumu dalam perjuangan ini Perjuangan seorang mukmin sejati Karena aku pun memerlukan bantuanmu untuk mendampingiku

Kita akan berjuang bersama pangeranku Karena di jalan inilah kita dipersatukan Di Jalan Dakwah yang mulia.

Allah telah berfirman dalam Al-Qur’an, bahwa perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik.. bagaimana kita mau mendapatkan pendamping seperti nabi Muhammad,kalau kita nggak bisa seperti siti khadijah, bagaimana mungkin kita mengharap ali, kalau kita nggak bisa seperti siti fatimah..

Sudah seperti apakah kita? sudah selayak apakah kita untuk mendapatkan seorang Ali, Abu bakar, Usman, Umar, apalagi Nabi Muhammad???

semoga bermanfa'at..Insya Allah

Salam Ukhuwah fillah

~::*WAHAI WANITA*::~

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Wahai sang Isteri ….

Apakah akan membahayakan dirimu, kalau anda menemui suamimu dengan wajah yang berseri, dihiasi senyum yang manis di saat dia masuk rumah.?

Apakah memberatkanmu, apabila anda menghapus debu dari wajahnya, kepala, dan baju serta mengucup pipinya.?!!

Apakah anda akan merasa sulit, jika anda menunggu sejenak di saat dia memasuki rumah, dan tetap berdiri sampai dia duduk.!!!

Mungkin tidak akan menyulitkanmu, jika anda berkata kepada suami : Alhamdulillah atas keselamatan Kanda, aku sangat rindu kedatanganmu, selamat datang kekasihku.

Berdandanlah untuk suamimu -harapkanlah pahala dari Allah di waktu anda berdandan itu, karena Allah itu Indah dan mencintai keindahan- pakailah minyak wangi, dan berhiaslah, serta pakailah pakaian yang paling indah untuk menyambut suamimu.

Jauhi dan jauhilah bermasam muka.

Janganlah anda mendengar dan menghiraukan perosak dan pengacau

yang akan merosak dan

mengacaukan keharmonianmu dengan suami.

Janganlah selalu tampak sedih dan gelisah,

akan tetapi berlindunglah kepada Allah

dari rasa gelisah, sedih, malas dan lemah.

Janganlah berbicara terhadap laki-laki lain dengan lemah-lembut,

sehingga menyebabkan orang yang di hatinya ada penyakit mendekatimu

dan mengira hal-hal yang jelek terhadap dirimu.

Selalulah berada dalam keadaan lapang dada,

hati tenteram, dan ingat kepada Allah setiap saat.

Ringankanlah suamimu dari setiap keletihan,

kepedihan dan musibah serta kesedihan yang menimpanya.

Suruhlah suamimu untuk berbakti kepada ibu bapanya.

Didiklah anak-anakmu dengan baik.

Isilah rumah dengan tasbih, tahlil, tahmid, dan takbir,

perbanyaklah membaca Al-Quran terutama surat Al-Baqarah,

karena surat itu dapat mengusir syaitan.

Hilangkanlah dari rumahmu foto-foto,

alat-alat muzik dan alat-alat yang boleh merosak agama.

Bangunkanlah suamimu untuk melaksanakan solat malam,

dorongan dia untuk melakukan puasa sunat,

ingatkan dia akan keutamaan bersedekah,

dan jangan anda menghalanginya untuk menjalin hubungan siraturrahim

dengan karib kerabatnya.

Perbanyaklah beristighfar untuk dirimu, suamimu, serta kedua orang tua dan seluruh kaum muslimin. Berdoalah kepada Allah, agar dianugerahkan keturunan yang baik, niat yang baik serta kebaikan dunia dan akhirat. Ketahuilah sesungguhnya Rabbmu Maha Mendengar doa dan mencintai orang yang nyinyir dalam meminta.

Dan Tuhanmu berfirman:Berdoalah kepadaKu, niscaya Aku akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahku akan masuk neraka Jahannam dalam keadan hina dina (Surah Al Mu’min : 60).

Diambil dari kitab Fiqh pergaulan suami isteri oleh Syeikh Mushtofa Al Adawi.

~::*Wahai Muslimah Cantik Seakidah*::~

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Wahai wanita cantik,

Engkau yang diciptakan dengan sangat sempurna oleh Rabbmu..

Indah dengan segala kelebihanmu yang ada

Wahai wanita cantik,

Sering kali aku melihatmu berjalan dengan baju yang sangat sederhana,

Bahan yang sederhana,

dan ukuran yang sangat sangat sederhana,

Hingga bagian auratmu yang harusnya tak tampak menjadi tampak..

Wahai wanita cantik,

Cukup sering aku melihat engkau jalan di depan para lelaki denga pakaian sexy-mu,

Dan para lelaki itu menatapmu dengan sangat lekat dari ujung kakimu sampai ujung rambutmu,

Mengikuti langkahmu hingga hilang dari pandangan mereka,

pandangan yg menjijikkan...

Wahai wanita cantik,

Suaramu sungguh merdu,

Mendayu-dayu layaknya putri duyung yang sedang bernyanyi,

Bening sebening sumber mata air yang mengalir..

Wahai wanita cantik..

Ketahuilah engkau begitu berharga terlalu berharga

Engkau bagai intan berlian yang terpajang pada sebuah kotak kaca indah berkunci dan terbungkus rapi..

Engkau bukan emas campuran murahan yang terpajang di chow kit dan dengan seenaknya sang pembeli dapat merabamu,

memegang tubuhmu dan memakaimu hanya untuk mencoba,

lalu sang pembeli pergi,

tak jadi membelimu dan mengembalikanmu di tempat yang sama!!

Bukan, engkau bukan itu wahai wanita cantik!!

Engkau intan berlian yang terpajang dalam kotak kaca indah berkunci dan terbungkus rapi..

orang yang menginginkanmu tidak berhak merabamu,

memegangmu tubuhmu bahkan mencoba memakainya!

Tidak, mereka terlalu kotor untuk itu mereka harus terlebih dahulu membelimu dengan harga yang sangat mahal,

setelah itu mereka akan dapat memilikimu sepenuhnya..

Engkau yang utuh,

yang belum pernah di coba orang lain sebelumnya..

Wahai wanita cantik..

Engkau sungguh indah..Bagai bunga mawar yang ketika orang ingin mengambilnya,

terlebih dahulu mereka harus merasakan duri pertahanan diri yang kau punya,

Bagai bunga edelweis yang ketika menginginkanmu,

terlebih dahulu mereka harus mendaki gunung ke arah ketinggian,

menantang keberanian dan cuaca yang tak bersahabat,

Engkau bukan bunga bangkai,

yang terlihat begitu indah dari kejauhan dengan warna yang menyala yang membuat para serangga tertarik dengan warna indahmu,namun ketika didekati, kau busuk.. ahhh baumu saja sudah membuat orang mual,

apalagi memilikimu, merekapun enggan..

Wahai wanita cantik..

Jagalah amanah keindahan yang ada pada dirimu..

Berjalan saja kau terlihat menawan,

belum lagi pembawaanmu yang sangat anggun,

apalagi jika kau bersuara merayu,

dan menampakkan apa yang tak seharusnya tampak..Ahh..jagalah itu semua saudariku,

Tutuplah auratmu agar tak ada yang berkeinginan lain terhadapmu lelaki jalanan itu tak pantas menikmati tubuhmu dengan memandangimu dengan pandangan menjijikkan itu!

mereka terlalu kotor untukmu!Jagalah kehormatanmu saudariku lelaki manapun yang belum halal bagimu tak pantas menyentuh tubuh dan kehormatanmu,

pun atas nama cinta sungguh, cinta dan nafsu itu berbeda..

Apakah kau khuatir tidak ada yang menyayangimu dan menjagamu atas nama cinta?

Apakah kau takut tidak akan ada yang menggombal dan merayumu atas nama cinta?

Wahai saudari seakidahku..

bukan lelaki yang menginginkan tubuhmu yang sesungguhnya mencintaimu..

Lihatlah.. aku disini aku sangat sedih melihat keadaanmu sekarang..( T_T )

aku sedih melihat para lelaki itu menzalimimu.. diri ini serasa tercabi-cabik..

Lihatlah di sekitarmu..tak hanya aku yang menginginkan ini semua yang terbaik untukmu..

lihatlah saudara-saudara semuslim mu Lihatlah kami..

sungguh engkau membuat air mata kami mengalir dan terus mengalir dari mata-mata kami..

kami disini sedang memikirkan dan berbuat sesuatu untukmu..

agar tak pernah lagi engkau dizalimi siapapun...Lihatlah kedua orang tuamu...

apakah mereka menginginkanmu menjadi seperti ini?

Sungguh engkau bakai mutiara bagi keluargamu mutiara yang mereka jaga sejak kecilmu sampai engkau beranjak dewasa...apakah dengan ini engkau membalasnya?

Jika kau masih kurang dengan ini, maka lihatlah Allah Tuhanmu, Yang Menciptakanmu, Yang tiada henti-hentinya memberi nikmat padamu padahal tak jarang kau lupa denganNya...Ia masih memberimu nikmat udara, nikmat hidup, nikmat kecantikan dari tubuhmu yang indah itu..

Bayangkan, jika Ia tidak menyangimu,

knapa Ia tak cabut saja nikmat wajahmu yang cantik dan tubuhmu yang indah??

Tapi tidak meskipun engkau sering kali melupakanNya, nimkatNya tetap terus mengalir...

Wahai saudari seakidahku..

Biarlah hanya satu lelaki paling beruntung yang dapat menikmati dirimu seutuhnya,

yakni suamimu kelak ketika ikatan antara kalian halal dan berbuah redhaNya ketika suara mendayumu bukan lagi dosa tapi pahala..hanya dia yang pantas, saudariku..

Wahai wanita idamanku...

Sungguh tidak ada alasan lain yang membuat aku melakukan ini selain cintaku yang begitu tinggi kepadamu..

Cintaku yang membuncah yang membuat aku memikirkanmu hingga kata-kata ini kugoreskan..

Cintaku yang menangis ketika melihat keadaanmu yang terzalimi oleh petualang ajnabi dan perbudakan hawa nafsu... Cintaku yang akan tersenyum jika engkau berniat kembali ke jalanNya..

Mari berjalan bersamaku, saudariku temani aku dalam perjalanan indah yang tak singkat ini,

menuju kepadaNya....

Wallahu’alam..

Oleh:Andhika Al-Banjari Mtp

Salam Ukhuwah fillah

~::*UNTUK SUAMI TERCINTA*::~

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kadangkala mungkin tergambar dibenak fikiranmu, bahawa engkau telah salah ketika memilih diriku menjadi pasanganmu. Kadang kala ia mengganggu dalam pergaulan sehari-harimu denganku, terkadang ku takut perasaan cintamu berubah menjadi benci, limpahan kasih sayangmu menjelma menjadi kemarahan, dan ketenangan pun berubah menjadi ketegangan.

Duhai suami yang amat kucintai..

Di saat engkau masih sibuk dengan pekerjaan yang tak kunjung selesai, tak jarang aku kau abaikan. Waktu di rumah pun, kadang ku ikhlaskan demi masa depanmu dan demi mencari ganjaran pahala disisiNya. Bukankah engkau tahu aku pun perlukan perhatian darimu. Terkadang ku cari perhatian itu, namun terlihat salah dipandanganmu. Kalaulah itu terlihat salah, semoga engkau melihat kebaikanku yang lain. Bukankah Allah SWT yang mempertemukan dan menyatukan hati kita berpesan,

“Dan pergaulilah mereka (isterimu) dengan baik. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” [QS: An Nisa' 19].

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang kita cintai pun berpesan,

“Sempurnanya iman seseorang mukmin adalah mereka yang baik akhlaknya, dan yang terbaik (pergaulannya) dengan istri-istri mereka.”

Jika engkau melihat kekurangan pada diriku, ingatlah kembali pesan beliau, Jangan membenci seorang mukmin (laki-laki) pada mukminat (perempuan) jika ia tidak suka suatu kelakuannya pasti ada juga kelakuan lainnya yang ia sukai. (HR. Muslim)

Sedarkah engkau bahawa tiada manusia di dunia ini yang sempurna segalanya? Bukankah engkau tahu bahawa hanyalah Alllah yang Maha Sempurna. Tidaklah sepatutnya bila kau hanya menghitung-hitung kekurangan pasangan hidupmu, sedangkan engkau sendiri tak pernah sekalipun menghitung kekurangan dan kesalahanmu. Janganlah engkau mencari-cari selalu kesalahanku, padahal aku telah berusaha taat kepadamu sedayaku. Mungkin ada kekurangan di mana-mana dalam kemelaksanakan tanggungjawabku padamu..Bimbinglah aku dengan kelembutan duhai suamiku.

Saat diriku rela pergi bersama dirimu, kutinggalkan orangtua dan sanak saudaraku, ku ingin engkaulah yang mengisi kekosongan hatiku. Naungilah diriku dengan kasih sayang, dan senyuman darimu. Ku ingat pula saat aku ragu memilih siapa pendampingku, ketakwaan yang terlihat dalam kehidupan seharianmulah yang mempesona diriku. Bukankah sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, Ali bin Abi Tholib saat ditanya oleh seorang, “Sesungguhnya aku mempunyai seorang anak perempuan, dengan siapakah sepatutnya aku nikahkan dia?” Ali r.a. pun menjawab, “Kawinkanlah dia dengan lelaki yang bertakwa kepada Allah, sebab jika laki-laki itu mencintainya maka dia akan memuliakannya, dan jika ia tidak menyukainya maka dia tidak akan menzaliminya.” Ku harap engkaulah laki-laki itu, duhai suamiku.

Saat terjadi kesalahan yang tak sengaja ku lakukan, mungkin saat itu engkau mendambakan diriku sebagai isteri tanpa kekurangan dan kelemahan, sedarlah, sesungguhnya egois telah menguasai dirimu. Perbaikilah kekurangan diriku dengan lemah lembut, janganlah kasar terhadapku. Bukankah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam telah mengajarkan kepada dirimu, saat Muawiah bin Ubaidah bertanya kepada beliau tentang tanggungjawab suami terhadap isteri, beliaupun menjawab, “Dia memberinya makan ketika ia makan, dan memberinya pakaian ketika dia berpakaian.” Janganlah engkau keras terhadapku, karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pun tak pernah berbuat kasar terhadap isteri-isterinya.

Duhai Suamiku…

Tahukah engkau anugerah yang akan engkau terima dari Allah di akhirat kelak? Tahukah engkau pula balasan yang akan dianugerahkan kepada suami-suami yang berlaku baik terhadap isteri-isteri mereka? Renungkanlah bahwa, “Mereka yang berlaku adil, kelak di hari kiamat akan bertahta di singgasana yang terbuat dari cahaya. Mereka adalah orang yang berlaku adil ketika menghukum, dan adil terhadap istri-istri mereka serta orang-orang yang menjadi tanggungjawabnya.” [HR Muslim]. Kudoakan bahwa engkaulah yang kelak salah satu yang menempati singgasana tersebut, dan aku adalah permaisuri di istanamu.

Jika engkau ada waktu ajarkanlah diriku dengan ilmu yang telah Allah berikan kepadamu. Apabila engkau sibuk, maka biarkan aku menuntut ilmu, namun tak akan kulupakan tanggungjawabku, sehingga kelak diriku dapat menjadi sekolah buat putera-puetrimu. Bukankah seorang ibu adalah madrasah ilmu pertama buat putera-puterinya? Semoga engkau selalu mendampingiku dalam mendidik putera-puteri kita dan bertakwa kepada Allah.

Wahai Allah,

Engkau-lah saksi ikatan hati ini…

Aku telah jatuh cinta kepada lelaki pasangan hidup ku,

jadikanlah cinta ku pada suamiku ini sebagai penambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.

Namun, kumohon pula, jagalah cintaku ini agar tidak melebihi cintaku kepada-Mu,

hingga aku tidak terjatuh pada jurang cinta yang semu,

jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu. Jika ia rindu,

jadikanlah rindu syahid di jalan-Mu lebih ia rindukan daripada kerinduannya terhadapku,

jadikan pula kerinduan terhadapku tidak melupakan kerinduannya terhadap surga-Mu.

Bila cintaku padanya telah mengalahkan cintaku kepada-Mu,

ingatkanlah diriku, jangan Engkau biarkan aku tertatih kemudian tergapai-gapai merengkuh cinta-Mu.

Ya Allah,

Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,

telah berjumpa pada taat pada-Mu,

telah bersatu dalam dakwah pada-Mu,

telah berpadu dalam membela syariat-Mu.

Kokohkanlah ya Allah ikatannya. Kekalkanlah cintanya.

Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan nur-Mu yang tiada pernah pudar.

Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.

Amin ya rabbal alamin.

Oleh:Admin Misses Najiha.

Semoga bermanfa'at

Salam Ukhuwah fillah

~::*NASEHAT BUAT ADAM DAN HAWA*::~

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Adam...

Kau bilang dirimu hebat dan kuat ibarat pahlawan,

Gagah perkasa seperti Badang,

Kau gunakan Hawa sebagai umpan,

Untuk membuktikan kelelakianmu yang hanya temberang.

Hawa...

Kau bangga dengan kecantikan lahiriah yang ada padamu,

Kau sanjung tinggi Adam yang terpikat dengan keindahan rupamu,

Kau tersenyum manis saat Adam melihat lenggok tubuhmu,

Tapi kau marah dan benci bila ada segelintir Adam yang menegurmu.

Adam...

Kadangkala kekacakan yang ada padamu,

Bisa membuat Hawa lemah dan cair ibarat ais terkena api,

Hati yang rapuh mudah luluh dan tunduk pada nafsu,

Jiwa yang halus mudah pula jatuh hati.

Hawa...

Iblis menggunakanmu sebagai umpan untuk memerangkap Adam,

Kau harus ambil kesempatan ini untuk memperdayakan Iblis,

Selamatkanlah Adam dari cengkaman api yang tidak akan terpadam,

Jatuhkanlah musuh Islam dengan akal satumu yang genius.

Adam...

Kata-kata manis nistamu bisa menggoda hati Hawa,

Senyum nakalmu membuatkan Hawa semakin suka,

Lembutmu dalam berkata membuatkan Hawa senang mendekatimu,

Sikap prihatinmu membuat Hawa tergilakan perhatianmu.

Hawa...

Sikapmu yang tidak endah menjadikan Adam berani terhadapmu,

Berani mengambil kesempatan untuk menyentuh maruahmu,

Ketidaktegasanmu membuatkan Adam semakin suka akan dirimu,

Hingga kau pun hanyut dalam dunia cinta palsu.

Adam...

Kau bilang akalmu sembilan mengalahkan nafsumu yang satu,

Gunakanlah akalmu itu untuk mendidik nafsumu yang boleh membinasakan Hawa,

Cerdikkanlah akalmu itu dengan berjihad menentang nafsumu,

Agar Hawa terpelihara sentiasa dalam jagaan taqwa.

Hawa...

Lenggok tubuhmu bisa membuat Adam terpaku dan mata menjadi sepi,

Lembut suaramu bisa mencairkan hati lelaki Adam,

Longgarkanlah pakaianmu agar tubuhmu tertutup rapi,

Tegaskanlah suaramu supaya syaitan tidak berpeluang merasuk Adam.

Oleh itu Adam...

Bersikap tegaslah dengan Hawa dalam setiap urusanmu,

Kau harus kuat dan sabar dalam membimbing Hawa yang semakin liar,

Kau harus teruskan perjuanganmu menentang hawa nafsumu,

Agar nafsu Hawa tidak terus-terusan menular.

Adam...

Hawa meminta agar kau bersikap tegas dan berani,

Supaya Hawa takut untuk menggoda dan mendekati,

Supaya syaitan tidak membisikkan godaan nafsu durjana,

Agar kau bisa menjadi pemimpin dan ketua yang diidami Hawa.

Begitu juga Hawa...

Mahalkanlah senyummu yang bisa menawan hati lelaki,

Jagalah dan peliharalah aurat dan maruah dirimu,

Untuk membentengi nafsu yang sangat dibenci,

Agar kau suci terpelihara saat Adam menyuntingmu.

Hawa...

Adam mudah cair dengan keanggunan wajahmu,

Namun...itu bukanlah yang Adam harapkan,

Adam mengharapkan Hawa yang berpegang teguh pada agama sebagai penyuci kalbu,

Adam juga menginginkan Hawa yang sopan dan memelihara aurat dalam berpakaian.

Dan

Untukmu Adam :

Jadilah Adam yang berpendidikan tinggi dalam agama yang bisa membimbing Hawa dari menjadi mangsa godaan syaitan dan nafsu yang boleh membinasakan.

Jadilah Adam yang murah dengan kata-kata nasihat dan teguran yang boleh memperbaiki Hawa.

Jadilah Adam yang sentiasa berjuang menentang nafsu dan memelihara maruah diri untuk orang tercinta yang sah bergelar isteri.

Jadilah juga Adam yang boleh menjadi ketua keluarga, imam dalam solat berjemaah dan pemimpin agama seperti yang diingini oleh Hawa.

Untukmu Hawa :

Jadilah Hawa yang tinggi dengan didikan agama, merendah diri dengan akhlak terpuji dan baik hati. Jadilah Hawa yang menjaga aurat dan maruah diri dari sewenang-wenangnya dilihat ajnabi.

Jadilah Hawa yang sentiasa haus akan ilmu nasihat dan teguran sebagai persiapan menjadi Hawa yang solehah untuk seorang yang sah bergelar suami.

Jadilah juga seorang Hawa yang bisa menjadi anak, ibu dan isteri yang solehah serta hamba Allah yang beriman dan bertaqwa seperti yang diidamkan oleh Adam.

Semoga bermanfa'at

Salam Ukhuwah fillah

~::*WAHAI ENGKAU YANG TELAH MELUMPUHKAN HATIKU*::~

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sebenarnya surat ini ingin kukirimkan kepadamu wahai engkau yang mampu melumpuhkan hatiku. Surat ini ingin kuselipkan dalam satu kehidupanmu, namun aku hanya lelaki yang tak memiliki keberanian dalam mengungkapkan semua percikan-percikan rasa yang terjadi dalam hatiku. Aku hanya dia yang engkau anggap tidak lebih, aku hanya merasa seperti itu.

Assalamu’alaikum wahai engkau yang melumpuhkan hatiku

Tak terasa dua tahun aku memendam rasa itu, rasa yang ingin segera kuselesaikan tanpa harus mengorbankan perasaan aku atau dirimu. Seperti yang engkau tahu, aku selalu berusaha menjauh darimu, aku selalu berusaha tidak acuh padamu. Saat di depanmu, aku ingin tetap berlaku dengan normal walau perlu usaha untuk mencapainya.

Takukah engkau wahai yang mampu melumpuhkan hatiku? Entah mengapa aku dengan mudah berkata “cinta” kepada mereka yang tak kucintai namun kepadamu, lisan ini seolah terkunci. Dan aku merasa beruntung untuk tidak pernah berkata bahwa aku mencintaimu, walau aku teramat sakit saat mengetahui bahwa aku bukanlah mereka yang engkau cintai walaupun itu hanya sebagian dari prasangkaku. Jika boleh aku beralasan, mungkin aku cuma takut engkau akan menjadi “illah” bagiku, karena itu aku mencoba untuk mengurung rasa itu jauh ke dalam, mendorong lagi, dan lagi hingga yang terjadi adalah tolakan-tolakan dan lonjakan yang membuatku semakin tidak mengerti.

Sakit hatiku memang saat prasangkaku berbicara bahwa engkau mencintai dia dan tak ada aku dalam kamus cintamu, sakit memang, sakit terasa dan begitu amat perih. Namun 1000 kali rasa itu lebih baik saat aku mengerti bahwa senyummu adalah sesuatu yang berarti bagiku. Ketentramanmu adalah buah cinta yang amat teramat mendekap hatiku, dan aku mengerti bahwa aku harus mengalah.

Wahai engkau yang melumpuhkan hatiku, andai aku boleh berdoa kepada Tuhan, mungkin aku ingin meminta agar Dia membalikkan sang waktu agar aku mampu mengedit saat-saat pertemuan itu hingga tak ada tatapan pertama itu yang membuat hati ini terus mengingatmu. Jarang aku memandang wanita, namun satu pandangan saja mampu meluluhkan bahkan melumpuhkan hati ini. Andai aku buta, tentu itu lebih baik daripada harus kembali lumpuh seperti ini.

Banyak lembaran buku yang telah kutelusuri, banyak teman yang telah kumintai pendapat. Sebahagian mendorongku untuk mengakhiri segala prasangku tentangmu tentang dia karena sebahagian prasangka adalah suatu kesalahan,mereka memintaku untuk membuka tabir lisan ini juga untuk menutup semua rasa prasangmu terhadapku. Namun di titik yang lain ada dorongan yang begitu kuat untuk tetap menahan rasa yang terlalu awal yang telah tertancap dihati ini dan membukanya saat waktu yang indah yang telah ditentukan itu (andai itu bukan suatu mimpi).

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mungkin aku bukanlah pejantan tangguh yang siap untuk segera menikah denganmu. Masih banyak sisi lain hidup ini yang harus ku kelola dan kutata kembali. Juga kamu wahai yang telah melumpuhkan hatiku, kamu yang dengan halus menolak diriku menurut prasangkaku dengan alasan belum saatnya memikirkan itu. Sungguh aku tidak ingin menanggung beban ini yang akan berujung ke sebuah kefatalan kelak jika hati ini tak mampu kutata, juga aku tidak ingin BERPACARAN denganmu.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mungkin saat ini hatiku milikmu, namun tak akan kuberikan setitik pun saat-saat ini karena aku telah bertekad dalam diriku bahwa saat-saat indahku hanya akan kuberikan kepada BIDADARI-ku. Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, tolong bantu aku untuk meraih bidadari-ku bila dia bukanmu.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, tahukah kamu betapa saat-saat inilah yang paling kutakutkan dalam diriku, jika saja Dia tidak menganugerahi aku dengan setitik rasa malu, tentu aku telah meminangmu bukan sebagai istriku namun sebagai kekasihku.

Andai rasa malu itu tidak pernah ada, tentu aku tidak berusaha menjauhimu. Kadang aku bingung, apakah penjauhan ini merupakan jalan yang terbaik yang berarti harus mengorbankan ukhuwah diantara kita atau harus mengorbankan iman dan maluku hanya demi hal yang tampak sepele yang demikian itu.

Aku yang tidak mengerti diriku…

Ingin ku meminta kepadamu, sudikah engkau menungguku hingga aku siap dengan tegak meminangmu dan kau pun siap dengan pinanganku?! Namun wahai yang telah melumpuhkan hatiku, kadang aku berpikir semua pasti berlalu dan aku merasa saat-saat ini pun akan segera berlalu, tetapi ada ketakutan dalam diriku bila aku melupakanmu. .. aku takut tak akan pernah lagi menemukan dirimu dalam diri mereka-mereka yang lain.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, ijinkan aku menutup surat ini dan biarkan waktu berbicara tentang takdir antara kita. Mungkin nanti saat dimana mungkin kau telah menimang cucu-mu dan aku juga demikian, mungkin kita akan saling tersenyum bersama mengingat kisah kita yang tragis ini. Atau mungkin saat kita ditakdirkan untuk merajut jalan menuju keindahan sebahagian dari iman, kita akan tersenyum bersama betapa akhirnya kita berbuka setelah menahan perih rindu yang begitu mengguncang.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mintalah kepada Tuhan-mu, Tuhan-ku, dan Tuhan semua manusia akhir yang terbaik terhadap kisah kita. Memintalah kepada-Nya agar iman yang tipis ini mampu bertahan, memintalah kepada-Nya agar tetap menetapkan malu ini pada tempatnya.

Wahai engkau yang sekarang kucintai, semoga hal yang terjadi ini bukanlah sebuah DOSA.

semoga bermanfa'at

Oleh:Admin Andhika Al-Banjari Mtp

Semoga bermanfa'at.insya Allah

~*::MENCINTAI DAN MENBENCI KARENA ALLAH::*~

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Marilah kita tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Azza Wajalla, yang telah menganugerakan rasa cinta dan benci dihati para makhluk-Nya. Dan hanya Dia pulalah yang berhak mengatur kepada siapakah kita harus mencintai dan kepada siapa... pula kita

Cinta yang paling tinggi dan paling wajib serta yang paling bermanfaat mutlak adalah cinta kepada Allah Ta’ala semata, diiringi terbentuknya jiwa oleh sikap hanya menuhankan Allah Ta’ala saja. Karena yang namanya Tuhan adalah sesuatu yang hati manusia condong kepadaNya dengan penuh rasa cinta dengan meng-agungkan dan membesarkanNya, tunduk dan pasrah secara total serta menghamba kepadaNya. Allah Ta’ala wajib dicintai karena DzatNya sendiri, sedangkan yang selain Allah dicintai hanya sebagai konsekuensi dari rasa cinta kepada Allah Subhana Wa Ta’ala.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wasallam bersabda :

“Tali iman yang paling kuat adalah mencintai karena Allah dan membenci karena Allah.” (HR. At-Tirmidzi).

“Barangsiapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah dan tidak memberi karena Allah, maka sungguh telah sempurna Imannya.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

Dari dua hadits di atas kita bisa mengetahui bahwa kita harus memberikan kecintaan dan kesetiaan kita hanya kepada Allah semata. Kita harus mencintai terhadap sesuatu yang dicintai Allah, membenci terhadap segala yang dibenci Allah, ridla kepada apa yang diridlai Allah, tidak ridla kepada yang tidak diridlai Allah, memerintahkan kepada apa yang diperintahkan Allah, mencegah segala yang dicegah Allah, memberi kepada orang yang Allah cintai untuk memberikan dan tidak memberikan kepada orang yang Allah tidak suka jika ia diberi.

Dalam pengertian menurut syariat, dimaksud dengan al-hubbu fillah (mencintai karena Allah) adalah mencurahkan kasih sayang dan kecintaan kepada orang –orang yang beriman dan taat kepada Allah ta’ala karena keimanan dan ketaatan yang mereka lakukan.Sedangkan yang dimaksud dengan al-bughdu fillah (benci karena Allah) adalah mencurahkan ketidaksukaan dan kebencian kepada orang-orang yang mempersekutukanNya dan kepada orang-orang yang keluar dari ketaatan kepadaNya dikarenakan mereka telah melakukan perbuatan yang mendatangkan kemarahan dan kebencian Allah, meskipun mereka itu adalah

orang-orang yang dekat hubungan dengan kita, sebagaimana firman Allah Ta’ala:

“Kamu tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling kasih sayang dengan orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang orang itu bapak-bapak, anak-anak sauadara-saudara ataupun saudara keluarga mereka.” (QS. Al-Mujadalah:22)

Jadi, para sahabat, tabi’in, serta pengikut mereka di seluruh penjuru dunia adalah orang-orang yang lebih berhak untuk kita cintai (meskipun kita tidak punya hubungan apa-apa dengan mereka), dari pada orang-orang yang dekat dengan kita seperti tetangga kita, orang tua kita, anak-anak kita sendiri, saudara-saudara kita, ataupun saudara kita yang lain, apabila mereka itu membenci, memusuhi dan menentang Allah dan RasulNya dan tidak melakukan ketaatan kepada Allah dan RasulNya maka kita tidak berhak untuk mencintai melebihi orang-orang yang berjalan di atas al-haq dan orang yang selalu taat kepada Allah dan rasulNya. Demikian juga kecintaan dan kebencian yang tidak disyari’atkan adalah yang tidak berpedoman pada kitabullah dan sunnah Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam. Dan hal ini bermacam-macam jenisnya di antaranya adalah: kecintaan dan kebencian yang dimotifasi oleh harta kekayaan, derajat dan kedudukan, suku bangsa, kecantikan, kefakiran, kekeluargaan dan lain-lain, tanpa memperdulikan norma-norma agama yang telah digariskan oleh Allah Ta’ala

Ada beberapa faktor yang dapat mengkokohkan kecintaan dijalan Allah, antara lain:

1]. Memberitahukan kepada orang yang dicintai bahwa kita mencintai karena Allah Subhana Wa Ta’ala.

Diriwayatkan dari Abu Dzar Radhiallaahu anhu, bahwa ia mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:

“Apabila ada seorang dari kalian mencintai temannya hendaklah dia datangi rumahnya dan mengkhabarinya bahwa ia mencintainya (seorang teman tadi) kerena Allah Ta’ala.” (HR. Ibnul Mubarok dalam kitab Az-Zuhdu, hal 712 dengan sanad shahih)

2]. Saling memberi hadiah.

Rasulullah Saw bersabda dalam riwayat Abu Hurairah Radhiallaahu anhu:

“Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Al-Bukhari dalam kitab Adabul Mufrod, hal 120 dan Baihaqi 6/169 dengan sanad hasan)

3]. Saling mengunjungi.

Rasulullah bersabda dalam riwayat Abu Hurairah Radhiallaahu anhu:

“Wahai Abu Hurairah! berkunjunglah engkau dengan baik tidak terlalu sering dan terlalu jarang, niscaya akan bertambah sesuatu dengan kecintaan.” (HR.Thabrani dan Baihaqi dengan sanad yang shahih)

4]. Saling menyebarkan salam.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wasallam bersabda :

“Tidaklah kalian masuk Surga sehingga kalian beriman, tidakkah kalian beriman sehingga kalian saling mencintai, Maukah kamu aku tunjukkan tentang sesuatu yang apabila kalian melakukan-nya akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim 2/35).

5]. Meninggalkan dosa-dosa.

Dalam hal ini Rasulullah bersabda:

“Tidaklah dua orang yang saling mencintai karena Allah atau karena Islam kemudian berpisah kecuali salah satu dari ke duanya telah melakukan dosa.” (HR. Bukhari)

6]. Meninggalkan perbuatan ghibah.

Allah Subhana Wa Ta'ala berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah sebagian kamu menggunjingkan (ghibah) sebagian yang lain,sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentunya kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat:12)

Kewajiban saling mencintai dijalan Allah bukanlah suatu perintah yang tidak membawa hasil apa-apa. Tetapi Allah memerintahkan sesuatu itu pasti ada buahnya dan hasilnya. Buah dan hasil dari saling mencintai di jalan Allah di antaranya adalah:

* Mendapatkan kecintaan Allah.

* Mendapatkan Kemuliaan dari Allah.

* Mendapatkan naungan Allah di hari kiamat, pada saat tidak ada naungan kecuali naungan Allah.

* Merasakan manisnya Iman.

* Meraih kesempurnaan Iman.

* Masuk Syurga.

Ada sebuah bait:

♥ Cintailah Dia Hanya Karena Allah ♥

Mencintai seseorang atau suatu kadang bisa membuat kita lupa makna hakikat dari apa yang kita cintai, siapa yang pernah menciptakannya, menjadikannya hadir di dunia ini, membuatnya ada tampil seperti sekarang ini.

Adalah Allah yang telah menjadikannya Tampan dan Manis, Imut-imut dan Lugu, Penuh Kharisma dan Wibawa, inilah yang bisa meruntuhkan dinding-dinding keangkuhan kita pada makhluk yang namanya laki-laki.

Tapi ketahuilah kita tak akan pernah rugi kalau mencintainya karena Allah, karena sampai kapanpun, apapun cuma Allah yang kelak akan membukakan hatinya untuk kita, menyayangi kita, dan peduli tentang kita.

Maka dari itu, cintai dia karena Allah. Maka kita Tidak akan kecewa sampai kapanpun...^__^

Semoga Allah menjadikan kita sebagai orang-orang yang tunduk patuh hanya kepada Allah. Semoga kecintaan dan kebencian kita selalu sesuai dengan apa yang telah disyariatkan oleh Allah dan RasulNya. Apalagi yang kita harapkan kecuali mendapatkan kecintaan dari Allah, mendapatkan kemuliaan dari Allah, mendapatkan naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya.

Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wasallam bersabda: Ada tujuh golongan yang akan dinaungi Allah di bawah naungan-Nya, pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu Pemimpin yang adil; Pemuda yang senantiasa beribadah kepada Allah semasa hidupnya; Seseorang yang hatinya senantiasa terpaut dengan Masjid; Dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah kerena Allah; Seorang lelaki yang diajak oleh seorang perempuan yang cantik dan berkedudukan untuk berzina tetapi dia berkata, “Aku takut kepada Allah!”; Seorang yang memberi sedekah tetapi dia merahasiakannya seolah-olah tangan kanannya tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kirinya; dan seseorang yang mengingat Allah di waktu sunyi sehingga bercucuran air matanya. (HR. Bukhari dan Muslim).

Dan selalu meraih manisnya Iman, mendapatkan kesempurnaan Iman dan masuk ke dalam Syurga-Nya yang tinggi. Semoga Allah selalu memberkahi dan merahmati kita. Aamiin...

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Semoga bermanfa'at..

Salam Ukhuwah fillah

 
Cheap Web Hosting | new york lasik surgery | cpa website design