Pagi itu Furqan itikaf di masjid. Sejak Subuh ia masih
belum beranjak dari tempat duduknya. Ia duduk bersila mem -
baca Sirah Nabawiyah sambil menunggu waktu Dhuha tiba. Ia
menunggu sampai matahari benar-benar terasa hangatnya.
Sejak peristiwa di hotel itu dan ia menyadari kekhilafannya,
ia semakin banyak mendekatkan diri kepada Sang Pencipta
manusia dan alam semesta. Setelah meraih gelar masternya
ia semakin memperkuat ibadahnya. Seolah ingin menebus kelalaian
yang selama ini diperbuatnya.
Begitu waktu Dhuha tiba, ia shalat dua belas rakaat. Setelah
itu barulah ia meninggalkan masjid menuju apartemennya.
Tak ada siapa-siapa di rumahnya. Dua teman-nya, Abduh
dan Maftuh telah pergi entah ke mana. Ia langsung mandi.
Habiburrahman El Shirazy
286
Ilyas Mak’s eBooks Collection
Berkemas. Menyalakan mobilnya dan pergi. Tujuannya perta -
ma tama adalah sarapan di Wisma Nusantara. Baru setelah itu
ia mau ke Abbasea. Ke kantor Kolonel Fuad. Tadi malam sebelum
tidur ia dibel kolonel itu bahwa penjahat yang menamakan
dirinya Miss Italiana telah ditangkap.
Pukul sepuluh lebih enam belas menit Furqan sampai di
Abbasea. Kolonel Fuad menyambutnya dengan senyum mengembang.
"Aku tepati janjiku. Aku bilang paling lama satu minggu
untuk menangkap penjahat yang berbuat kurang ajar padamu
itu. Kemarin sore, saat ia tertangkap genap satu minggu dari
hari kita membuat kesepakatan. Ia sekarang meringkuk di
dalam sel." Tanpa ditanya Kolonel Fuad menjelaskan keberhasilannya
panjang lebar.
"Di mana kalian menangkapnya?"
"Di Port Said.Ia hendak berlayar ke Yunani. Penjahat itu
kami tangkap tadi sore.Begitu tertangkap langsung kami
larikan ke Cairo. Begitu sampai di sini, aku langsung kontak
kamu."
"Apa dia orang Yunani?"
"Bukan. Dari data yang kami kumpulkan, dia ternyata
orang Israel."
"Orang Israel?" tanya Furqan kaget.
"Ya. Dia orang Israel. Tapi ia memiliki lima paspor. Yaitu
Spanyol, Italia, Amerika, Israel, dan Rusia. Dia masuk
Mesir menggunakan paspor Spanyol. Dia berangkat dari
Madrid. Setelah beroperasi di Mesir selama tiga bulan, dia
hendak lari ke Yunani."
"Apa yang dia kerjakan selama di Mesir?"
"Banyak. Yang jelas, ia mata -mata Mosad."
Ketika Cinta Bertasbih Buku I
287
Ilyas Mak’s eBooks Collection
"Mata-mata Mosad?!" Furqan kaget bukan main.
"Ya, benar."
"Bagaimana mungkin kalian bisa kecolongan?"
"Penjahat itu selalu lebih pintar satu langkah dari polisi.
Tapi alhamdulillah, akhirnya toh dia tertangkap. Kau ingin
melihatnya?"
"Boleh."
Furqan diajak ke ruang tahanan. Di sana ia melihat seorang
perempuan berambut pirang memakai celana jeans dan
blues hitam. Perempuan itu memang persis seperti yang ada
dalam foto memalukan itu. Dengan bahasa Inggris seadanya
dan dengan nada geram Furqan bertanya,
"Hei, why you do it to me!?"
Perempuan berambut pirang itu malah tertawa terkekehkekeh.
Lalu ia berbicara tidak jelas. Kemudian bernyanyi-nyanyi
seperti orang gila.
"Apa dia gila?" tanya Furqan pada Kolonel Fuad.
Sang Kolonel tersenyum mendengar pertanyaan Furqan.
"Dia pura-pura gila."
"Sejak kapan dia pura-pura gila?"
"Sejak dia ditangkap. Yang jelas tidak ada orang yang
benar-benar gila yang bisa bepergian ke luar negeri dan memiliki
lima paspor. Mari aku tunjukkan kelima paspor-nya!"
Furqan menurut. Ia dibawa ke ruang penyimpanan barang
bukti.
"Ini paspor-paspornya." Kata Kolonel Fuad sambil menyerahkan
lima paspor yang warnanya berbeda-beda.
Habiburrahman El Shirazy
288
Ilyas Mak’s eBooks Collection
Furqan menerima paspor-paspor itu dan melihatnya dengan
seksama.
"Bagaimana dia bisa mendapatkan paspor-paspor ini?"
tanya Furqan lugu. asli'."
"Ya tentu saja dari Israel. Paspor-paspor itu palsu tapi
asli. "
"Maksud Kolonel dengan 'palsu tapi asli' itu bagaimana?"
"Paspor itu sesungguhnya palsu. Karena yang mengeluarkan
bukan negara asalnya tapi yang mengeluarkan sebenarnya
adalah Mosad Israel. Tapi asli, artinya bahkan negara
aslinya pun akan mengakui itu asli. Sebab tidak bisa dibedakan
dengan yang asli. Jenis kertasnya sama. Semuanya sama. Kau
harus tahu, Israel memiliki semua jenis kertas yang digunakan
untuk membuat uang di seluruh dunia. Juga memiliki semua
jenis kertas yang digunakan untuk membuat paspor di seluruh
dunia. Israel juga memiliki teknologi untuk membuat uang
dan paspor yang sama persis dengan yang ada di seluruh
dunia. Inilah rahasia yang berhasil kami kuak. Maka kita harus
hati-hati. Dengan membuat uang yang palsu, tapi benar benar
tidak bisa dibedakan dengan yang asli Israel bisa merusak
ekonomi suatu negara. Krisis ekonomi di Asia Tenggara dalam
analisis kami tak bisa dilepaskan dari rekayasa Israel."
Kolonel Fuad memberikan penjelasan panjang lebar.
Furqan jadi sangat mafhum. Jika untuk membuat paspor di
seluruh dunia adalah begitu mudah bagi Mosad Israel, maka
untuk sekadar mengetahui identitas dirinya dan membuka
kamar hotelnya bukanlah pekerjaan yang susah.
"Sekarang tidak ada yang perlu kaukuatirkan. Penjahat
yang mengancam kamu sudah tertangkap. Aku telah menunaikan
janjiku, sekarang giliran kamu melunasi janjimu,"
kata Kolonel Fuad tegas.
Ketika Cinta Bertasbih Buku I
289
Ilyas Mak’s eBooks Collection
"Baiklah, hari ini juga aku bayar lunas janjiku. Nanti sore
aku akan datang lagi kemari membawa uang seribu pound dan
menyerahkan mobilku padamu,"jawab Furqan tak kalah tegas.
Dengan tertangkapnya Miss Italiana, ia merasa ancaman yang
selama ini menghantuinya telah sirna. Ia merasa sangat lega.
Seolah kiamat yang selama ini mengancamnya tak jadi datang.
"Pukul berapa kau akan datang?" Tanya Kolonel.
"Pukul lima sore, insya Allah."
"Baik. Aku tunggu. Pukul lima sore di sini."
Furqan minta diri. Ia langsung mengendarai mobilnya ke
Maydan Husein. Tujuan pertamanya Bank Faisal Al Azhar. Ia
hendak mengambil tabungannya. Setelah itu ke Khan Khalili.
Ia hendak beli oleh-oleh untuk keluarganya di Indonesia.
Beberapa hari lagi ia mau pulang.
Di depan Bank Faisal Al Azhar, ia bertemu dengan
Azzam yang tampak tergesa-gesa hendak ke kampus.
"Oi Zam, oi kau sekarang rajin kuliah ya?" sapanya dengan
tersenyum.
Dengan tersenyum juga Azzam menjawab,
"Lha iya lah. Mumpung masih di Mesir harus rajin kuliah
lah."
"Lha begitu. Itu baru namanya mahasiswa. Masak bikin
bakso terus, apa mau tinggal di Mesir terus?"
"Itulah Fur. Doakan aku ya. Tinggal satu mata kuliah
saja.Aku ingin lulus tahun ini. Kau saja sudah M.A., masak aku
S.1 saja tak kelar-kelar. Sudah ya Fur, aku mau kuliah dulu.
Ini mata kuliahnya Doktor Abdul Fattah Asyur. Aku sudah
terlambat nih," jawab Azzam sambil melangkah.
Habiburrahman El Shirazy
290
Ilyas Mak’s eBooks Collection
"Ya Waffaqakumullah," 67 tukas Furqan.
Azzam melangkah ke arah kampus, sementara Furqan
langsung melangkah masuk ke dalam Bank.
Sampai di dalam ia mengerutkan keningnya. Orang Mesir
penuh. Ia harus antri. Ia berdiri sambil melihat suasana. Ada
dua orang Malaysia yang sedang menukarkan uang. Dari dollar
ke pound Mesir. Ia tahu kedua anak itu dari Malaysia dari
cara berpakaian dan logat bicaranya.
Lima belas menit kemudian tiba gilirannya melakukan
transaksi. Ia mengambil dua ribu lima ratus pound. Lalu ia
mentransfer sisa tabungannya ke rekeningnya yang ada di
Indonesia. Ia menutup tabungannya. Dalam pikirannya, jika
nanti kembali lagi ke Mesir ia bisa membuka tabungan lagi.
Namun jika ternyata karena satu dan lain hal ia tidak kembali
atau ia lama di Indonesia, uang tabungannya akan sangat
berguna baginya.
Setelah itu ia ke Khan Khalili. Ia belanja dengan cepat.
Tanpa banyak memilih dan menawar. Ia seperti dikejar-kejar
waktu. Ia memang harus cepat. Sebab siang ini juga ia harus
ke rumah Ustadz Mujab untuk membicarakan masalah kelanjutan
lamarannya pada Anna. Dan ia masih akan membawa
mobil itu sampai sore hari ini. Setelah itu ia tidak lagi bawa
mobil. Jika teman-temannya bertanya di mana mobilnya, ia
akan menjawab sudah di tangan orang Mesir. Mereka akan
menyangka mobil itu dibeli orang Mesir. Ia memang tidak
ingin masalahnya menjadi konsumsi masyarakat Indonesia di
Cairo. Ia ingin mereka hanya tahu prestasinya. Itu saja.
***
"Jadi kamu ingin langsung melamar Anna kepada kedua
orang tuanya?" tanya Ustadz Mujab pada Furqan.
67 Semoga Allah memberimu taufik.
Ketika Cinta Bertasbih Buku I
291
Ilyas Mak’s eBooks Collection
"Iya Ustadz. Biar lebih cepat tahu kejelasannya. Jika tidak
demikian Anna bisa terus mencari alasan untuk mengundurundur
jawabannya."
"Kamu sudah benar-benar siap jika Anna atau keluarga
Anna menolakmu? Padahal jika kamu mau bersabar sam-pai
hati Anna benar-benar siap, kamu punya peluang besar untuk
diterima olehnya."
Furqan diam sesaat. Ia berpikir sejenak lalu menjawab,
"Saya yakin Anna sudah punya sikap. Ia hanya ragu. Justru
jika saya langsung datang pada orangtuanya, ia tidak ada
kesempatan lagi untuk ragu. Saya rasa peluang saya lebih
besar jika saya langsung melamar pada orang tuanya Ustadz.
Ini sudah saya pikir masak-masak."
"Kalau kau sudah memikir masak-masak ya sudah. Aku
hanya berharap kau dan dia bertemu dalam ridha-Nya. Baiklah
agar kau punya alasan logis datang ke rumah Anna sebelum
resmi melamarnya, aku akan menitip sesuatu untuk ayahnya.
Juga akan aku bikinkan surat pengantar pendek yang isinya
memperkenalkan dirimu dengan singkat. Ayah Anna masih
terhitung kerabatku. Beliau pasti akan sangat senang mendapat
titipan dariku."
"Iya, terima kasih Ustadz."
"Kau tunggu sebentar ya."
Ustadz Mujab masuk ke kamar kerjanya. Lelaki yang
masih menjadi mahasiswa S.2 di Institut Liga Arab itu
menulis surat lalu membungkus sesuatu berbentuk kotak kecil
dengan kertas kado. Sejurus kemudian ia keluar dan menyerahkan
sepucuk surat dan bungkusan itu pada Furqan.
"Yang terbungkus itu isinya minyak Hajar Aswad asli.
Berikan pada Pak Kiai Lutfi Hakim, ayah Anna. Sebaik-nya
kau sendiri yang memberikan. Jika misalnya beliau pas tidak
Habiburrahman El Shirazy
292
Ilyas Mak’s eBooks Collection
di rumah saat kau di sana, sebaiknya kau me-nunggu sampai
beliau ada," jelas Ustadz Mujab.
"Baik Ustadz."
"Semoga semuanya dimudahkan Allah."
"Amin."
Furqan sangat yakin, maksud dan keinginannya menyunting
mahasiswi yang saat itu paling menjadi buah bibir di
kalangan mahasiswa Indonesia di Cairo, pasti terkabulkan. Ia
selama ini berpendapat, takdir itu ada hukum-hukum alamnya.
Takdir itu mengikuti aturan sebab dan akibat. Ia merasa telah
menemukan kebenaran pendapat-nya itu lewat ratusan kejadian
yang telah ia alami selama ini. Juga kejadian yang dialami
oleh orang lain.
Misalnya, ia selalu lulus ujian karena memang ia belajar
dengan baik. Lulus ujian adalah akibat dan belajar dengan baik
adalah sebab. Jika sebabnya tidak ada yaitu belajar dengan
baik, maka akibatnya akan sirna. Karena tidak belajar dengan
baik, maka yang terjadi adalah tidak lulus ujian.
Contoh lain menurutnya adalah kematian. Menurutnya,
kematian adalah akibat. Kematian yang menurut banyak orang
adalah takdir, sebenarnya tak lain dan tak bukan adalah akibat.
Pasti ada sebabnya. Ia tidak bisa memercayai adanya kematian
tanpa sebab. Seseorang itu mati karena ia melakukan
sesuatu atau masuk ke dalam suatu keadaan yang mengharuskan
mati. Itu adalah hukum alam.Ada orang mati karena
kecelakaan. Memang hukum alamnya, jika kepala pecah atau
orang kekurangan darah pasti mati. Jika ditarik lagi, orang
mati karena kecelakaan, bisa jadi karena ia tidak hati-hati di
jalan raya. Atau ia telah hati-hati tapi orang lain yang tidak
hati-hati. Jadi tindakan tidak hati-hati di jalan raya bisa menyebabkan
kecelakan. Dan kecelakaan menye babkan kematian.
Ketika Cinta Bertasbih Buku I
293
Ilyas Mak’s eBooks Collection
Bahkan ada orang mati karena keracunan makanan. Memang
hukum alamnya, jika tubuh manusia kemasu kan racun
tertentu bisa merusak jaringan syaraf, otak dan pembuluh
darah yang mengakibatkan seseorang mati.
Jadi dalam pandangannya, takdir itu pasti sesuai hukum
alam. Takdir bisa dikalkulasi dan dihitung secara matematis.
Apalagi teknologi manusia semakin tinggi. Jika orang ingin
panjang umur dan tidak mati-mati, maka menurutnya, orang
itu harus berjalan sesuai dengan hu-kum alam yang membuat
manusia tetap hidup, serta tidak melanggar hukum yang
membuat ia mati.
Selama ini ia selalu mendasarkan tindakan dengan kalkulasikalkulasi
dan hitungan matematis. Ayahnyalah yang sejatinya
mengajarinya sejak kecil. Ayahnya yang pernah kuliah
ekonomi di Amerika itu selalu bertindak sesuai dengan kalkulasi
matematis. Dan ia melihat dengan kepalanya sendiri
ayahnya hidup sukses.
Ia sendiri merasa, bahwa ia saat ini bisa selamat dari
intimidasi penjahat perempuan yang menamakan dirinya Miss
Italiana itu juga karena kalkulasinya yang matang. Meskipun
ia cemas dan takut, ia mengambil tindakan yang tepat; yaitu
bermusyawarah dengan orang tepat. Sehingga ia selamat. Itu -
lah takdir, menurutnya.
Jika ia tidak berpikir cermat dan melakukan kalkulasi dan
tindakan yang tepat, mungkin ia telah menemukan kia-mat.
Itulah takdirnya.
Demikianlah ia berpikir tentang takdir.
Maka dengan kalkulasi dan strateginya, yang ia anggap
matang. Serta hukum-hukum alam yang menurutnya telah
tersedia, ia pasti akan mendapatkan Anna Althafunnisa. Hukum-
hukum yang menurutnya membuat seorang gadis suka
pada seorang pemuda ada pada dirinya. Prestasi ia punya.
Habiburrahman El Shirazy
294
Ilyas Mak’s eBooks Collection
Penampilan dan tampang diakui banyak orang. Materi ada.
Keluarga dan silsilah keturunan sa-ngat terjaga. Doa, selalu
terpanjatkan siang malam tiada henti-hentinya. Apalagi kurangnya?
Menurut hukum alamnya, tak bisa tidak, Anna
Althafunnisa pasti berhasil disuntingnya.
Ia sangat optimis. Dan selama ini, jika ia optimis, ia selalu
berhasil meraih apa yang diinginkannya. Ia meyakini kekuatan
optimisme dan mind magic yang acapkali dilon-tarkan
oleh motivator-motivator kaliber dunia. Benarkah demikian?
Akankah ia sukses menyunting gadis idamannya, Anna Althafunnisa?
Waktulah nanti yang akan menjawabnya.
Minggu, 12 Desember 2010
22 RASA OPTIMIS
Posted by Dini Ariani on 23.00





0 komentar:
Posting Komentar